Page 195 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 195
Title PENGUSAHA KRITIK KOMPETENSI HASIL KURSUS ONLINE KARTU PRAKERJA
Media Name kompas.com
Pub. Date 12 Mei 2020
https://money.kompas.com/read/2020/05/12/102730626/pengusaha-kritik-ko mpetensi-
Page/URL
hasil-kursus-online-kartu-prakerja
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
JAKARTA, - Jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja ( PHK )
akibat pandemi virus corona atau Covid-19 bertambah dari hari ke hari. Setelah
pandemi Covid-19 berlalu, pekerja yang kehilangan pekerjaan ini perlu jaminan
untuk kembali bekerja.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan Badan Pengurus Pusat
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( Hipmi ) Sari Pramono, mengungkapkan
jaminan tersebut tidak bisa diperoleh dari kelas-kelas pelatihan dalam jaringan di
program Kartu Prakerja .
Kondisi dunia usaha yang sedang terpuruk membuat hal tersebut sulit dicapai. Dia
menyarankan, agar penyusunan program pemerintah mestinya melibatkan pekerja
dan pelaku usaha. Dengan demikian, hasilnya akan bermanfaat bagi pekerja dan
pengusaha.
"Soal Program Kartu Prakerja, seharusnya pemerintah melibatkan kita
(pengusaha)," ujar Sari dalam keterangannya, Selasa (12/5/2020).
Selain itu, lanjut Sari, pemerintah juga seharusnya melibatkan dunia usaha untuk
memberi masukan terkait keterampilan pekerja yang dibutuhkan. Perlu kecocokan
antara pekerja dan dunia usaha.
"Meskipun keterampilan pekerja meningkat lewat program Kartu Prakerja, jika
kompetensi itu tidak sesuai dengan yang kebutuhan pelaku usaha, pekerja tidak
akan terserap," ucap dia.
Sari mengatakan, pekerja butuh kepastian untuk bisa bekerja kembali pasca-
pandemi Covid-19 berlalu. Peluang tersebut yang semula diharapkan bisa diperoleh
melalui program Kartu Prakerja.
Namun, ternyata kelas pelatihan berbasis daring atau kursus online untuk
menambah kompetensi pekerja yang dikenai PHK akibat pandemi Covid-19 tidak
memberi peluang penempatan kerja.
"Program Kartu Prakerja jika mau ada pelatihannya harus didasari dengan
kompetensi. Kompetensi bisa untuk jadi pengusaha," ungkap Sari.
Menurutnya, tidak ada hubungan dan kesesuaian program tersebut dengan dunia
usaha, terutama di tengah kondisi ekonomi yang saat ini sedang terpukul.
Page 194 of 353.

