Page 303 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 303
Misalnya, mencari pinjaman usaha baru atau investasi baru. Caranya dengan
penjualan saham atau menggadaikan aset perusahaan, restrukturisasi perusahaan
dalam skala besar, serta melakukan alih produksi dan pasar.
Hanya saja, ia menegaskan, tanpa stimulus pemerintah, cepat atau lambat kinerja
perusahaan akan lebih tertekan lagi. Shinta mengakui, sudah ada beberapa stimulus
yang pemerintah keluarkan, namun realisasinya tidak lancar dan diperlukan jumlah
stimulus yang lebih besar saat ini.
"Kadin (Kamar Dagang dan Industri) sendiri telah memperhitungkan, untuk adanya
penambahan stimulus sebesar Rp 1.600 triliun. Ini guna menjaga roda
perekonomian tidak hanya dari segi demand market, sektor riil, namun juga
memperhatikan stimulus dari segi suplai yaitu perbankan," tutur Shinta.
Terutama, lanjutnya, supaya bisa melancarkan penyaluran modal dengan bunga
rendah. Khususnya bagi bebagai sektor riil terdampak. Sebelumnya, Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Suharso Monoarfa menyebutkan
jumlah PHK mencapai 2 juta hingga 3,7 juta orang.
Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan catatan dari Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker) yaitu 1,7 juta orang. Sementara Kadin mencatat
terdapat 6 juta orang menganggur akibat pandemi Covid-19.
"Kemnaker mencatat 1,7 juta tenaga kerja yang di-PHK dan Bappenas sendiri
menghitungnya sekitar 2 juta sampai 3,7 juta orang," kata Kepala Bappenas dalam
sambutan Rakorbangpus 2020 secara virtual di Jakarta, Selasa.
Selain itu, Bappenas juga memprediksi jumlah pengangguran di Indonesia pada
tahun ini akan bertambah 4,22 juta orang dengan outlook Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) 2020 sebesar 7,8 persen sampai 8,5 persen. "Hitungan kita
perkirakan 2,3 juta sampai 2,8 juta terjadi penciptaan lapangan pekerjaan pada
2021 berhadapan dengan pengangguran yang akan bertambah 4,22 juta pada 2020
dibandingkan 2019," ujarnya.
Page 302 of 353.

