Page 87 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 87

Title          PEKERJA KONTRAK BERHAK TERIMA THR
               Media Name     jawapos.com
               Pub. Date      13 Mei 2020
               Page/URL       https://www.jawapos.com/nasional/13/05/2020/pekerja-kontrak-berhak-ter ima-thr/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah kembali mengingatkan pengusaha
               untuk melaksanakan kewajibannya membayar tunjangan hari raya (THR)
               keagamaan. Bukan hanya untuk pekerja tetap, tapi juga pekerja kontrak.

               Ida menjelaskan, pembayaran THR merupakan amanat dari peraturan pemerintah
               (PP) no 78/2015 tentang pengupahan junto Peraturan Menteri Ketenagakerjaan no
               6/2016 tentang THR keagamaan bagi pekerja/buruh. Dalam regulasi itu disebutkan
               bahwa pengusaha wajib memberikan THR keagamaan untuk pekerja atau buruh
               yang telah mempunyai masa kerja satu bulan terus menerus atau lebih.

               "THR diberikan untuk pekerja tetap dan pekerja kontrak dengan masa kerja paling
               sedikit 1 bulan berturut-turut," ujar Ida Fauziyah dalam konferensi pers virtual
               Selasa (12/5).

               Untuk besaran THR, kata Ida, untuk masa kerja satu bulan sampai dengan di bawah
               12 bulan maka dihitung secara proporsional. Yakni, lama masa kerja dibagi 12 bulan
               dikali besaran upah. Misal, masa kerja 3 bulan, maka THR-nya diberikan
               hitungannya 3/12 x upah (Rp). Beda lagi dengan pekerja kontrak yang masa
               kerjanya sudah 12 bulan atau lebih. Bagi yang mempunyai masa kerja 12 bulan
               berturut-turut atau lebih, maka THR-nya diberikan sebesar 1 kali upah sebulan.

               "THR merupakan pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan tujuh hari sebelum
               hari raya keagamaan," jelasnya. Bagi pengusaha yang terlambat membayar
               kewajibannya, maka dikenai denda sebesar 5 persen. Denda ini dikelola dan
               dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja/buruh, serta tidak menghilangkan
               kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR Keagamaan kepada pekerja atau
               buruh.

               Namun di sisi lain, ida memahami bahwa banyak pengusaha yang sedang
               mengalami kesulitan ekonomi. Hal itu berdampak pada kewajiban pengusaha dalam
               membayar hak pekerja termasuk THR.

               Ida pun mendapat curhatan tersebut ketika berdiskusi dengan APINDO. "Banyak
               perusahaan mengalami kesulitan dengan cash flownya," ungkap Politisi PKB
               tersebut.

               Oleh karena itu, diterbitkan surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020, terkait



                                                       Page 86 of 353.
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92