Page 410 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 410

"Betul (cuti haid dan hamil tetap diberikan dan mengacu pada UU Ketenagakerjaan)," ujarnya
              kepada  CNNIndonesia.com  , Rabu (7/10).
              Berdasarkan penelusuran  CNNIndonesia.com  , ketentuan mengenai cuti haid dan hamil diatur
              dalam Pasal 81 hingga 84 UU Ketenagakerjaan. Pasal 81 UU Ketenagakerjaan menyatakan jika
              pekerja atau buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan
              kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.

              Selanjutnya, Pasal 82 UU Ketenagakerjaan mengatur jika pekerja atau buruh perempuan berhak
              memperoleh  istirahat  selama  1,5  bulan  sebelum  melahirkan  anak  dan  1,5  bulan  sesudah
              melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.

              Selain itu, pasal itu juga mengatur pekerja atau buruh perempuan yang mengalami keguguran
              kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter
              kandungan atau bidan.

              Kemudian,  Pasal  83  UU  Ketenagakerjaan  mengatakan  pekerja  atau  buruh  perempuan  yang
              anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal
              itu harus dilakukan selama waktu kerja.

              Terakhir,  Pasal  84  UU  Ketenagakerjaan  menyatakan  setiap  pekerja  atau  buruh  yang
              menggunakan hak waktu istirahat tersebut berhak mendapat upah penuh.

              Sementara itu, UU Ciptaker tidak terdapat poin yang mengubah maupun menghapus ketentuan
              Pasal 81 hingga 84 UU Ketenagakerjaan.

              Terpisah, Pakar Hukum Tata Negara Abdul Fickar menjelaskan sepanjang dalam UU baru tidak
              terdapat  pembatalan,  maka  aturan  yang  lama  masih  berlaku.  Ia  menuturkan  UU  yang  lama
              menjadi gugur, apabila UU baru mengubah atau menghapuskan ketentuan tersebut.
              "Kecuali, UU Ciptaker membatalkan seluruh aturan cuti dalam UU Ketenagakerjaan," ujarnya.

              Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin pemberian
              cuti  hamil  dan  cuti  haid  tetap  ada  bagi  pekerja  usai  pengesahan  UU  Ciptaker.  Ketentuan
              mengenai cuti haid dan hamil diklaim tidak berubah dari UU Ketenagakerjaan.

              "Di UU ini (Omnibus Law Ciptaker) tidak menghilangkan hak cuti haid dan cuti hamil yang telah
              diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan," ujar Airlangga dalam keterangan resmi..




























                                                           409
   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415