Page 1016 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 1016

Ringkasan

              RUU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan, kemarin. Padahal, masih banyak kontra yang bergulir.
              PASCA disepakati akhir pekan lalu di Badan Legislasi DPR RI, pengesahan Omnibus Law Cipta
              Kerja  idealnya  diparipumakan,  Kamis,  8  0ktober.  Tetapi,  DPR  dan  pemerintah  tiba-tiba
              mempercepat  pengesahannya.  Sejumlah  rapat  di  komisi-komisi  pun  ditunda  karena
              memprioritaskan paripurna ini.



              BURUH MASIH SOLID

              RUU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan, kemarin. Padahal, masih banyak kontra yang bergulir.
              PASCA disepakati akhir pekan lalu di Badan Legislasi DPR RI, pengesahan Omnibus Law Cipta
              Kerja  idealnya  diparipunakan,  Kamis,  8  Oktober.  Tetapi,  DPR  dan  pemerintah  tiba-tiba
              mempercepat  pengesahannya.  Sejumlah  rapat  di  komisi-komisi  pun  ditunda  karena
              memprioritaskan paripurna ini.

              Bahkan  jelang  pengesahan  Omnibus  Law  Cipta kerja  menjadi  undang-undang,  dua pentolan
              organisasi buruh mendadak dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana. Masing-masing Presiden
              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (KSPSI),  Andi  Gani  N  Wea  dan  Presiden
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Saiq Iqbal.

              Usai pertemuan, keduanya tidak memberikan keterangan mengenai isi pertemuannya. Praktis
              timbul  dugaan,  aksi  mogok  buruh  secara  nasional  bataL  Apalagi  santer  isu  munculnya  dua
              jabatan wakil menteri ketenagakerjaan serta Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

              Asal tahu saja, Andi Gani Nena Wea merupakan relawan Jokowi. Saat ini menjabat Presiden
              Komisaris BUMN, PT PP. Hanya saja, soal rencana apakah keduanya akan menjadi wakil menteri
              dibantah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno.

              Wakil Presiden KSPSI, R Abdullah juga membantah adanya deal-deal terkait RUU Omnibus Law
              dengan penunjukan Andi Gani sebagai Wamen. "Kalau dipanggil presiden ke Istana, iya, bener.
              Soal wamen itu hoaks," ungkapnya, kepada FAJAR, Senin, 5 Oktober.

              Presiden  KSPI,  Said  Iqbal  juga  hanya  tertawa  terkait  isu  wamen.  Ia  menyebut  pembicaraan
              dengan Presiden hanya terkait isu RUU Omnibus Law. Bahkan, masih akan ada pertemuan atau
              komunikasi selanjutnya. "Mogok tetap sesuai rencana. Buruh tetap masuk kantor, tetapi tidak
              ada aktivitas pekerjaan," jelasnya.

              Sementara itu, Ketua Umum Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos mengatakan,
              pihaknya tak terpengaruh dengan pemanggilan dua pentolan bos buruh. Pengesahan RUU ini
              menunjukkan  pemerintah  dan  wakil  rakyat  mengabaikan  tuntutan  buruh  dan  kelompok
              masyarakat yang dirugikan aturan ini.

              "Kami tetap akan turun melakukan aksi-aksi serentak. Kami akan gelar di berbagai kota dan
              daerah," ungkapnya.

              Solid Aksi

              Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Sulsel, Andi Mallanti
              mengatakan, pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jadi
              atensi. Di mana dalam omnibus law cipta kerja ada mang bagi pengusaha mengontrak seorang
              pekerja atau buruh tanpa batas waktu.

              Pasal tersebut, kata dia, mengatur tentang aturan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
              PKWT hanya boleh dilakukan paling lama dua tahun dan boleh diperpanjang satu kali untuk
                                                          1015
   1011   1012   1013   1014   1015   1016   1017   1018   1019   1020   1021