Page 1021 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 1021

Ringkasan

              Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law telah resmi disahkan menjadi
              undang-undang dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin, 5 Oktober 2020. Akan tetapi
              banyak pihak yang menolak kehadiran Omnibus Law tersebut terutama oleh buruh di seluruh
              Indonesia. Mereka bahkan hendak melakukan pemogokan nasional sebagai bentuk penolakan
              terhadap UU yang dianggap merugikan masyarkat kecil.



              BUAT SURAT TERBUKA UNTUK BURUH SOAL UU CIPTAKER, IDA FAUZIYAH:
              KEBERPIHAKAN KAMI TERANG BENDERANG

              Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law telah resmi disahkan menjadi
              undang-undang dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin, 5 Oktober 2020.
              Akan tetapi banyak pihak yang menolak kehadiran Omnibus Law tersebut terutama oleh buruh
              di seluruh Indonesia.

              Mereka bahkan hendak melakukan pemogokan nasional sebagai bentuk penolakan terhadap UU
              yang dianggap merugikan masyarkat kecil.

              Menteri Ketenagakerjaan (  Menaker  )  Ida Fauziyah  mengirim  surat terbuka  buat masyarakat
              umum, khususnya ditujukan bagi Serikat Pekerja atau Serikat Buruh.

              Surat tersebut pun memiliki judul  "Hati Saya Bersama Mereka yang Bekerja dan yang Masih
              Menganggur".

              Dalam surat tersebut, Ida mengaku telah melakukan perbincangan mengai RUU Cipta Kerja sejak
              awal 2020 dan telah dilakukan secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal.

              "Aspirasi  kalian  sudah  kami  dengar,  sudah  kami  pahami.  Sedapat  mungkin  aspirasi  ini  kami
              sertakan menjadi bagian dari RUU ini,"  ungkapnya dalam surat tersebut yang diunggah pada
              Selasa 5 September 2020.


              "Pada saat yang sama kami juga menerima aspirasi dari berbagai kalangan,"  tambahnya.
              Ia  mengaku  telah  berupaya  untuk  mencari  titik  keseimbangan  antara  melindungi  yang  lelah
              bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tidak
              memiliki penghasilan dan kebanggaan.

              Menurutnya hal tersebut tidak lah mudah, akan tapi pihaknya telah perjuangkan dengan sebaik-
              baiknya.

              Ida pun mengaku dirinya memahami rasa kekecewaan masyarakat atas disahkannya  UU Cipta
              Kerja  ini.

              "Ingatlah,  hati  saya  bersama  kalian  dan  bersama  mereka  yang  masih  menganggur.  Terkait
              rencana mogok nasional, saya meminta agar dipikirkan lagi dengan tenang karena situasi jelas
              tidak memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul,"  ungkapnya.

              "Pandemi  Covid-19  masih  tinggi,  masih  belum  ada  vaksinnya.  Pertimbangkan  ulang  rencana
              mogok itu,"  tambahnya.
              Ia pun meminta masyarakat untuk kembali membaca secara keseluruhan mengenai RUU Cipta
              Kerja ini.



                                                          1020
   1016   1017   1018   1019   1020   1021   1022   1023   1024   1025