Page 949 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 949

menjadi  Undang-Undang  ini  sangat  bagus  untuk  menanggulangi  melonjaknya  angka
              pengangguran.
              Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sosial, Harijanto mengatakan, dari isi
              Undang-Undang menurutnya pasti ada plus minus untuk berbagai pihak. Pemerintah, pengusaha
              hingga pekerja juga harus berkorban. "Jadi, memang ini demi untuk penciptaan lapangan kerja
              yang besar karena pengangguran sekarang makin hari makin nambah. Pengangguran sekarang
              ada 45 juta orang, kalau tambah 3 juta per tahun, 10 tahun lagi kita bonus demografi 60 juta
              orang  menganggur,  kita  bisa  malapetaka,"  ujar  Harijanto  dalam  acara  Market  Review  IDX
              Channel, Selasa (6/10/2020).

              Harijanto  menambahkan,  dari  11  klaster  yang  ada  dalam  RUU  tersebut,  memang  klaster
              ketenagakerjaan yang paling disorot karena menyangkut buruh dan pekerja pada umumnya.
              Namun, para pencari kerja tidak ada yang mewakili dan RUU ini sebagai jawaban yang tepat.

              "Sehingga  itu  sebetulnya  tugas  pemerintah.  Maka,  pemerintah  memikirkan  dari  sekarang
              daripada  terlambat  sekarang  waktunya  rakyat  harus  diberikan  pekerjaan  yang  formal,  yang
              layak, yang bisa terlindungi jaminan sosial dan bisa mendapatkan perlindungan di hari tua pada
              waktu nanti mereka pensiun," kata dia. (  )  Dia juga menyebut dalam RUU tersebut tidak hanya
              memberatkan  pekerja,  pengusaha  pun  turut  terdampak  karena  harus  membayar  sejumlah
              kompensasi dan jaminan.

              "Sebetulnya  ini  bagi  kita  UU  Omnibus  Law  ada  memberatkan  bagi  pengusaha,  karena  yang
              tadinya kita misalkan PKWT itu kita tidak perlu memberikan kompensasi atau tidak ikut BPJS,
              sekarang harus diikutkan," ucapnya.

              (ind).











































                                                           948
   944   945   946   947   948   949   950   951   952   953   954