Page 28 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 28
"Para pemegang kartu ini, akan diberikan hak untuk mengakses pelatihan kerja
secara gratis di Balai Latihan Kerja," kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif dalam
siaran persnya, Senin (2/9).
Menaker Hanif menjelaskan penguatan kompetensi SDM menjadi strategi yang
diterapkan Pemerintah Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan
ketenagakerjaan. Kartu Pra Kerja yang di dalamnya memberikan pelatihan kerja,
disebutnya sebagai salah satu strategi peningkatan kompetensi tersebut.
"Pemerintah terus memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan guna mendorong
penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak dan lebih baik, serta mengurangi
pengangguran usia muda. Ini juga akan membawa manfaat bagi tenaga kerja yang
pada akhirnya meningkatkan produktivitas perusahaan dan daya saing nasional,"
ujarnya.
Selain Kartu Pra Kerja, Menaker juga menjelaskan upaya-upaya peningkatan
kompetensi SDM lainnya khususnya bagi pekerja muda antara lain kebijakan
pelatihan berbasis kompetensi yang inklusif atau tidak mempersyaratkan (batasan)
usia maupun latar belakang pendidikan, revitalisasi BLK, pelatihan softskill di BLK
guna mengantisipasi pekerjaan-pekerjaan baru di era Revolusi Industri 4.0, serta
program pemagangan berbasis jabatan.
"Pemagangan ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi ketidaksesuaian
antara kompetensi yang dimiliki oleh pencari kerja dengan kualifikasi yang
dipersyaratkan oleh pasar kerja/dunia industri, yang dilaksanakan baik di dalam
maupun luar negeri," terangnya.
Lebih lanjut pemerintah terus berupaya untuk mengurangi mismatch output
pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja melalui kerja sama dan kolaborasi
industri dan dunia usaha dengan dunia pendidikan dan pelatihan.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong dialog sosial dengan social partners
yang produktif dalam mendorong keterlibatan tenaga kerja muda, meningkatkan
kesadaran akan pentingnya sertifikasi profesi, memfasilitasi pekerja muda memasuki
dunia ekonomi kreatif dan ekonomi digital melalui dukungan inovasi dan
kewirausahaan, serta membangun BLK Komunitas.
"Dengan upaya-upaya ini diharapkan anak muda Indonesia dapat berpartisipasi dan
mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam memberikan respon atas perubahan
pekerjaan di masa depan," katanya.
Page 27 of 65.

