Page 30 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 30
di BLK-BLK milik Kementerian Ketenagakerjaan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah
(UPTD) lanjut Hanif maka dipandang perlu untuk pembicaraan kerja sama lebih
lanjut dengan EHIME dan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA).
"Kerja sama lebih lanjut dengan Ehime Toyota Motor dan JICA diharapkan dapat
ditingkatkan untuk program sertifikasi kompetensi dan memberikan kesempatan
bagi para instruktur-instruktur BLK berprestasi untuk praktek langsung di
perusahaan Ehime Toyota Motor di Jepang," kata Hanif.
Selain itu, upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus
pemerintah Indonesia saat ini juga terus digenjot. Salah satu caranya melalui kerja
sama program pemagangan luar negeri.
"Saya tadi berbicara dengan Governor Ehime (pemerintah Jepang) untuk dapat
mendorong perusahaan-perusahaan di Ehime Jepang memberikan kesempatan bagi
para peserta pemagangan dari Indonesia," kata Hanif.
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan
saat ini pemerintah terus menggandeng perusahaan-perusahaan swasta untuk
bekerja sama meningkatkan kompetensi dan mutu pelatihan kerja di BLK.
"Hal ini dilakukan agar lulusan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri dan
pasar kerja serta menjadi tenaga kerja terampil. Tenaga kerja terampil penting bagi
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeberlanjutan juga untuk
mengoptimalkan puncak bonus demografi pada 2035," kata Putri.
Pemerintah Indonesia dan Ehime Prefecture Jepang menjalin kerja sama antara lain
dalam pengembangan kejuruan otomotif berstandar Toyota di BLK Bantaeng Tahap
I (Januari 2016-Juli 2018); pengembangan kejuruan otomotif berstandar Toyota di
BLK Bantaeng Tahap II (Juli 2019-Agustus 2022); pemagangan di berbagai bidang
yaitu agriculture, fishery, construction, food manufacturing, textile, machinery, dll;
peningkatan SDM dan bidang lainnya, kerja sama antara Ehime Prefecture dengan
Provinsi Sulawesi Selatan.
Kerja sama program pelatihan teknisi otomotif di BLK melatih angkatan pertama
selama dua tahun dengan materi ajar yang berstandar internasional. Total peserta
pelatihan angkatan pertama sebanyak 16 orang dengan rincian 6 instruktur dan 10
pencari kerja. Program pelatihan ini dilanjutkan dengan melatih peserta pelatihan
angkatan kedua yang rencananya akan melatih 50 orang instruktur kejuruan
otomotif yang berasal dari 13 BLK milik Kemnaker.
Hadir pada pertemuan bilateral ini Konsul Jenderal RI di Osaka Mirza Nurhidayat,
Dirjen PHI dan Jamsos Haiyani Rumondang, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri
Indah Anggoro Putri.
Page 29 of 65.

