Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 61
Title APRINDO: PHK DI SEKTOR RITEL BUKAN KARENA MENURUNNYA DAYA BELI MASYARAKAT
Media Name kontan.co.id
Pub. Date 02 September 2019
https://nasional.kontan.co.id/news/aprindo-phk-di-sektor-ritel-bukan-k arena-
Page/URL
menurunnya-daya-beli-masyarakat
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menegaskan terjadinya pemutusan
hubungan kerja (PHK) di sektor ritel bukan karena menurunnya daya beli
masyarakat.
Ketua Aprindo Roy N Mandey mengatakan, terjadinya PHK di sektor ritel bukan
karena menurunnya daya beli masyarakat. Akan tetapi dikarenakan empat hal.
Serikat Pekerja: Ada 3.000 perkerja kena PHK sejak awal tahun, tanpa pembekalan
Pertama, karena perubahan perilaku konsumen. Ia mencontohkan, jika pada empat
atau lima tahun lalu tren masyarakat berbelanja di ritel modern biasanya tidak
hanya membeli kebutuhan pokok. Namun, juga membeli kebutuhan atau barang
yang tidak direncanakan sebelumnya.
Kedua, perubahan bisnis model. Saat ini ritel modern selain mengembangkan pasar
secara offline juga mengembangkan pasar secara online.
Ketiga, karena mengembangkan bisnis model secara online , maka ritel melakukan
efisiensi pekerja. Terlebih, terhadap toko ritel di suatu daerah yang penjualannya
semakin menurun.
Keempat, ritel memperluas jaringan tokonya ke daerah yang belum banyak
pesaingnya. Misalkan membangun ritel di wilayah Indonesia Timur.
"Jadi pengurangan pekerja di sektor ritel bukan karena menurunnya daya beli
masyarakat," kata Roy kepada Kontan.co.id, Senin (2/9).
Sebelumnya, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) menyebutkan sebanyak
2.000 pekerja yang bekerja di sektor ritel terkena PHK sejak awal tahun hingga
Agustus 2019. Aspek mengatakan, PHK itu terjadi karena menurunnya daya beli
masyarakat.
Page 60 of 65.

