Page 63 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 63

Title          92 BADAN USAHA DI GUNUNGKIDUL BELUM BAYAR IURAN BPJS KETENAGAKERJAAN
               Media Name     harianjogja.com
               Pub. Date      02 September 2019
                              https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2019/09/02/513/1016088/92-ba dan-usaha-di-
               Page/URL
                              gunungkidul-belum-bayar-iuran-bpjs-ketenagakerjaan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Hingga awal September 2019 terdapat 92 badan usaha di Gunungkidul yang belum
               membayar jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan
               Gunungkidul, ada 1.058 badan usaha dengan keseluruhan tenaga kerja aktif
               mencapai 8.492 tenaga kerja.

               Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul, MM Dhian Novita, mengungkapkan
               upaya yang dilakukan agar perusahaan yang menunggak pembayaran BPJS untuk
               pekerjanya dengan mengirimkan SMS berisi pemberitahuan pembayaran. Jika sudah
               diperingatkan tidak ada pembayaran, maka langsung diberi surat pemberitahuan.
               "Apabila beberapa kali sudah diberi surat pembayaran namun tidak bayar, kami
               mendatangi perusahaan tersebut," katanya, Senin (2/9/2019).

               BPJS Ketenagakerjaan menggandeng petugas pengawas dan pemeriksa (wasrik)
               dari Jogja. Petugas wasrik mengawasi langsung terhadap perusahaan yang
               menunggak pembayaran. Perusahaan yang menunggak didenda 2% setiap
               bulannya jika telat membayar. "Pengawasan biasanya dengan Dinas Tenaga Kerja
               dan kejaksaan setempat," katanya.

               Dhian mengatakan, hak yang diperoleh para pekerja yaitu jaminan kematian dan
               kecelakaan kerja. Apabila mengalami kecelakaan kerja sampai dirawat di rumah
               sakit menempati layanan kesehatan kelas satu jika dirawat di rumah sakit umum
               daerah. "Kalau di rumah sakit swasta ditempatkan di kelas dua," ucap Dhian.

               Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans
               Gunungkidul, Joko Edy Wardoyo, menyatakan jajarannya pada akhir Agustus lalu
               mengadakan pertemuan dengan pelaku usaha dan mengimbau agar membayar
               iuran BPJS tepat waktu. Ada pihak lain yang dilibatkan dalam sosialisasi kewajiban
               pembayaran BPJS masing-masing unsur pemerintah, akademisi, Apindi dan serikat
               pekerja," ujar dia. Selain itu, Disnakertrans Gunungkidul juga mengundang BPJS
               Kesehatan.

















                                                       Page 62 of 65.
   58   59   60   61   62   63   64   65   66