Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 49

Title          SURVEI SEBUT BEKERJA DARI RUMAH TETAP PRODUKTIF
               Media Name     tempo.co
               Pub. Date      21 Mei 2020
               Page/URL       https://gaya.tempo.co/read/1344782/survei-sebut-bekerja-dari-rumah-tet ap-produktif
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               Sebuah survei yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),
               Kementerian Ketenagakerjaan, dan Universitas Indonesia mengungkapkan sebanyak
               78 persen pekerja mengaku tetap produktif meskipun bekerja dari rumah atau work
               from home.

               "WFH tidak berpengaruh terhadap produktivitas karena 78 persen pekerja yang
               WFH menyatakan tetap produktif," kata peneliti dari Pusat Penelitian Kependudukan
               LIPI, Ngadi.

               Dari 1.213 responden yang diteliti terdapat 64 persen yang menyatakan bekerja dari
               rumah. Para responden itu terdiri dari 54,3 persen laki-laki dan 45,7 persen
               perempuan. Responden itu terdiri dari 23,9 persen yang tinggal di desa dan 76,1
               persen yang tinggal di kota.

               Dengan melihat masih banyak yang bisa menjaga produktivitas selama bekerja dari
               rumah, Ngadi menuturkan dalam jangka panjang WFH masih bisa terus
               diberlakukan, terutama sebelum pandemi COVID-19 berakhir.

               Meskipun demikian, WFH akan berpengaruh terhadap pola konsumsi dan mobilitas
               pekerja yang berpengaruh terhadap berjalannya perekonomian masyarakat,
               terutama sektor jasa transportasi, perdagangan, dan makanan.

               Ngadi mengatakan pengangguran dan orang yang mengalami penurunan
               pendapatan akan bertambah karena pandemi COVID-19, untuk itu berbagai
               kebijakan dari pemerintah seperti bantuan sosial dan Kartu Pra-kerja harus
               dipastikan agar sampai kepada mereka.

               Dia menuturkan para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak boleh luput
               dari bantuan yang sudah disiapkan, karena mereka sangat membutuhkan untuk
               membantu bertahan hidup.

               Sektor-sektor terparah yang perlu menjadi perhatian khusus adalah konstruksi,
               perdagangan, rumah makan, jasa, transportasi, pergudangan, dan komunikasi.






                                                       Page 48 of 141.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54