Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 44
Pada Senin (5/5/2020), seharusnya Mister Wang diperiksa penyidik polda setempat
namun ia tidak memenuhi panggilan tersebut.
Dalam KTP elektronik yang diduga palsu itu, Mister Wang tercatat dengan nama
Wawan Saputra Razak, berjenis kelamin pria, lahir di Provinsi Shanxi, China tahun
1964 dan beralamat di Jalan Sao-sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota
Kendari.
Kepala Sub Direktorat III Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum)
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Kompol Singgih mengatakan,
laporan terhadap Mister Wang dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa)
Koramil Konawe Utara.
Dugaan pemalsuan KTP yang dilakukan Mister Wang itu terungkap saat anggota
Babinsa itu sedang melakukan pendataan terhadap orang asing.
"W lalu memberikan KTP-nya dengan identitas W. Babinsa tersebut langsung
melaporkan ke Polda Sultra," ungkap Singgih dihubungi, Selasa (5/5/2020).
Sejauh ini, pihaknya baru memeriksa pelapor dan Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kota Kendari.
"Kami sudah mengklarifikasi dan pengecekan data di Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil, W ini tidak terdaftar," tegas Singgih.
Pria yang diketahui sebagai pemilik salah satu perusahaan tambang di Kabupaten
Konawe Utara itu harusnya memenuhi panggilan penyidik Polda Sultra, Senin
kemarin.
Namun, Wang tidak datang karena alasan tidak bisa keluar daerah setelah pemda
setempat menutup perbatasan wilayah kabupaten.
Kompol Singgih menyatakan, sudah membuat surat panggilan yang bisa dijadikan
pegangan terlapor untuk melewati perbatasan.
"Rencananya dia akan datang bersama istrinya. Kalau tak ada halangan, penyidik
akan mulai memeriksa pada Rabu besok," kata Singgih.
Atas kepemilikan KTP Palsu, Mister Wang diduga melanggar Pasal 264 KUHP dan
Undang-undang nomor 24 tahun 2015 tentang Administrasi Kependudukan.
Page 43 of 141.

