Page 157 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2020
P. 157
Title RUU CIPTA KERJA DINILAI BISA BANTU PULIHKAN EKONOMI PASCA WABAH CORONA
Media Name kontan.co.id
Pub. Date 14 April 2020
https://nasional.kontan.co.id/news/ruu-cipta-kerja-dinilai-bisa-bantu- pulihkan-ekonomi-
Page/URL
pasca-wabah-corona
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi - JAKARTA.
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Partai Golkar Firman Soebagio menilai
Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja adalah langkah konkrit dan
terobosan dari pemerintah untuk memastikan pemulihan ekonomi pasca pandemi
Covid-19.
"RUU ini banyak diharapkan dan menjadi angin segar, tentunya nanti pemerintah
bisa melakukan langkah konkrit dan terobosan serta memberikan insentif yang jelas
terkait pemulihan ekonomi ini," kata Firman, dalam keterangannya, Selasa (14/4).
Menurutnya, dampak ekonomi dari Covid-19 dirasakan oleh seluruh dunia dan
Indonesia memang harus merespon permasalahan ekonomi ini dengan segera. Jika
pemerintah dan DPR tidak segera membuat regulasi ekonomi yang memadai atau
terobosan yang mengimbangi negara lain, maka Indonesia akan ketinggalan dan
terpuruk dalam permasalahan ekonomi yang berkelanjutan pasca pandemi.
"Target investasi bisa tidak tercapai, ekonomi kita tidak akan pulih, ditambah lagi
tenaga kerja yang sudah banyak menganggur akan terus bertambah dan sangat
sulit diatasi. Sekarang justru tepat kita melakukan pembahasan RUU Cipta Kerja ini,"
katanya.
Firman juga mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, justru tiap bidang
harus menjalankan tugasnya secara efektif. "Soal penanganan Covid-19 kan sudah
ada gugus tugasnya, mereka jalankan perihal penanganan kesehatan. Nah tim
ekonomi juga kan harus jalankan tugasnya, mempersiapkan dampak ekonominya.
Sehingga ketika semua ini berakhir, kita sudah siap dan ekonomi juga pulih
kondisinya," kata dia.
Dalam ketentuan perundangan, Firman menyatakan bahwa pembahasan rancangan
perundangan harusnya bisa diselesaikan dalam dua masa sidang. DPR menargetkan
draf ini bisa selesai dibahas tepat waktu. "Tentu kita juga harus libatkan stakeholder
, tapi harus dilihat juga bahwa ini kepentingan nasional," kata Firman.
Page 156 of 251.

