Page 180 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2020
P. 180

Title          KURANGI TEKANAN PUBLIK, PDIP MINTA RUU CIPTAKER DIKELUARKAN
               Media Name     wartaekonomi.co.id
               Pub. Date      14 April 2020
                              https://www.wartaekonomi.co.id/read281097/kurangi-tekanan-publik-pdip- minta-ruu-
               Page/URL
                              ciptaker-dikeluarkan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative











               Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah
               Pitaloka mengusulkan kluster ketenagakerjaan yang ada dalam Rancangan Undang-
               Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) dipisahkan atau dikeluarkan dari RUU tersebut
               sehingga hanya fokus membahas pada investasi dan perizinan.

               "Bagaimana mengurangi tekanan publik? Maka, ada baiknya kluster
               ketenagakerjaan ini dipisahkan (dari RUU Ciptaker) sehingga untuk mempermudah
               investasi dan perizinan saja," kata Rieke dalam Rapat Kerja Baleg DPR bersama
               pemerintah secara fisik dan virtual di Jakarta, Selasa.

               Rieke menilai kluster ketenagakerjaan harus dibicarakan secara komprehensif
               karena ketenagakerjaan adalah hilir dari sistem perekonomian, perindustrian, dan
               perdagangan.

               Menurut dia, sektor hulu diatur lalu hilir yaitu ketenagakerjaan dibahas secara
               komprehensif karena terutama dampak pandemi COVID-19 sangat dirasakan para
               pekerja.

               "Untuk atasi dampak pandemi COVID-19, banyak pabrik tutup. Kami sangat
               mendukung pemerintah melakukan perbaikan regulasi. Namun, tidak ada salahnya
               melakukan instropeksi terhadap draf RUU Ciptaker ini," ujarnya.

               Selain itu, dia mengatakan bahwa draf RUU Ciptaker dibuat sebelum pandemi
               COVID-19 sehingga dalam proses menyerap aspiarsi publik, lebih baik pemerintah
               menarik atau memperbaiki draf yang sudah ada.

               Rieke mencontohkan pada bagian penjelasan terkait dengan fasilitas pendukung
               bagi pekerja yang sudah ada dalam Pasal 3 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 39
               Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Ekslusif (KEK) dihapus dalam RUU Ciptaker.

               Rieke juga menyoroti hilangnya Pasal 39 UU No. 18/2012 tentang Pangan yang ada
               dalam RUU Ciptaker, padahal kalau untuk mengantisipasi dampak COVID-19
               seharusnya isi pasal tersebut tidak dihilangkan.

               Dalam Pasal 39 UU Pangan disebutkan bahwa Pemerintah menetapkan kebijakan



                                                      Page 179 of 251.
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185