Page 245 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2020
P. 245
Title BANYAK WARGA TAK PAHAM, KARTU PRAKERJA DI KOTA JOGJA SEPI PEMINAT
Media Name harianjogja.com
Pub. Date 14 April 2020
https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2020/04/14/510/1036802/banya k-warga-tak-
Page/URL
paham-kartu-prakerja-di-kota-jogja-sepi-peminat
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JOGJA - Program Kartu Prakerja di Kota Jogja masih sepi peminat. Hal tersebut
terjadi lantaran masyarakat masih bingung tentang tata cara pendaftaran. Ditambah
lagi, tidak semua masyarakat memiliki e-mail yang menjadi syarat utama ketika
hendak mendaftar.
Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Transmigrasi Kota Jogja, Riyanto
mengatakan sejauh ini baru sekitar 40 orang saja yang mendaftar program Kartu
Prakerja. Angka tersebut jelas masih jauh dari perkiraan jumlah warga yang
terdampak ekonominya karena pandemi Covid-19. Mulai dari kalangan buruh,
pedagang kecil hingga menengah, hingga pekerja harian lepas.
Dari kalangan buruh sendiri, Riyanto mengatakan ada sekitar 5.000 orang yang
terdampak, baik yang dirumahkan dan mendapat PHK. Jumlah itu baru terhimpun
dari 149 perusahaan saja. Sementara perusahaan di Jogja sendiri jumlahnya
mencapai ribuan. Belum lagi jika ditambah dengan jumlah warga terdampak dari
sektor perdagangan dan pariwisata. Tentu saja, jumlah pendaftar Kartu Prakerja
masih jauh dari harapan.
Menurut Riyanto, hal tersebut terjadi lantaran masyarakat masih bingung terkait
informasi pendaftaran. Lalu, penyebab yang kedua adalah belum banyak
masyarakat yang punya e-mail atau akun surat elektronik. E-mail itu nantinya
digunakan untuk melakukan registrasi di bilik pendaftaran yang sudah disediakan.
"Kalau belum punya nanti kami ajarkan saat pendaftaran," katanya kepada
Harianjogja.com , Selasa (14/4/2020).
Setelah mendaftar peserta akan melakukan tes kompetensi untuk melihat
kecocokan minat pelatihan. Riyanto menjamin semua peserta bisa lulus tes, sebab
katanya yang terpenting memenuhi syarat administrasi. Setelah melalui tes, peserta
baru mendapat Kartu Prakerja yang nantinya bisa digunakan untuk mengikuti
pelatihan.
Rencananya, pelatihan akan diselenggarakan setelah pandemi berakhir. Kapan
waktunya, tentu saja belum bisa ditentukan. Untuk sementara, ia baru bisa
menjamin bahwa pelatihan akan dilaksanakan secara online. Teknis rincinya seperti
apa, ia sendiri belum bisa mengatakan. Masih ada keraguan dan ketidakjelasan
terkait rencana tersebut.
Page 244 of 251.

