Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 SEPTEMBER 2019
P. 130

Setelah semuanya beres dan berkasnya dinyatakan lengkap serta diterima pihak
               perusahaan, persiapan keberangkatan ke Malaysia pun dimulai.

               "Keberangkatan dari daerah semuanya difasilitasi pihak perusahaan, mulai dari tiket
               dan sebagainya, dan Lily hanya membawa satu tas ransel," ujar Mahrus.

               Pada 13 Juli 2019, Lily pun berangkat sendiri dari Kota Ternate menuju Jakarta.
               Setelah tiba di sana ia dijemput oleh sopir pihak perusahaan PT Maharani Tri Utama
               Mandiri.

               Kemudian, Lily dibawa ke Bekasi, Jawa Barat untuk dilakukan pelatihan di Balai
               Latihan Kerja (BLK) milik perusahaan sebelum akhirnya diberangkatkan ke negara
               tujuan bekerja.

               "Di sana juga (Bekasi) dilakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya bagus," kata
               Mahrus.


               Komunikasi tersendat

               Setelah pembekalan selesai, pada 28 Agustus 2019, Lily berangkat ke Pinang,
               Malaysia bersama dua rekannya yakni dari Ambon, Maluku dengan menggunakan
               pesawat dari Jakarta.


               Mereka tiba di Pinang sore harinya. Namun setelah itu, nomor HP Lily tidak bisa
               dihubungi atau tidak aktif.

               Mahrus baru bisa berkomunikasi dengan Lily pada 29 Agustus 2019, dengan
               menggunakan HP majikannya. Komunikasi hanya berlangsung beberapa menit, lalu
               terputus.


               "Istri saya hanya bilang kalau dia sudah tiba di rumah majikannya. Hanya itu,
               langsung putus padahal saya masih ingin bicara lagi lebih banyak dengan dia," ujar
               Mahrus.


               Keesokan harinya, pada 30 Agustus 2019, sekitar jam 4 sore dia menerima telepon
               dari nomor +60, dia sangat yakin bahwa nomor yang diawali dengan angka itu
               adalah dari Malaysia, dan ternyata dari pihak agengsi.


               Dalam pembicaraan itu, pihak agensi mengatakan bahwa "istri bapak sakit tapi
               keliatan tidak sakit atau pura-pura dan saya sudah ambil dari rumah majikan untuk
               dibawa ke agengsi di sana selama dua hari".

               Diminta uang Rp 30 juta


               "Saya langsung jawab, kalau memang begitu, tidak bisa lagi kerja lebih baik istri
               saya dipulangkan saja. Terus katanya tidak bisa karena harus membayar ganti rugi
               sebesar Rp 30 juta. Saya tanya lagi apakah Rp 30 juta sudah termasuk biaya dia
               kembali hingga ke Ternate atau belum? Terus katanya sudah," kata Mahrus.






                                                      Page 129 of 151.
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135