Page 121 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 SEPTEMBER 2021
P. 121
Sehingga nanti ketika pencairan, masing-masing pekerja akan mendapat bantuan senilai Rp 1
juta. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Imam Santoso mengatakan bila di Kota
Malang saja ada pengajuan BSU untuk 146.198 pekerja. Dari total itu, yang lolos verifikasi dari
Kemenaker hanya 85.627 pekerja.
Setelah dilakukan verifikasi ulang, ia menyebut ada 257 orang yang diketahui pernah menerima
bantuan sosial (bansos) dari tempat lain. ”Jadi mereka itu tidak bisa dapat BSU, karena syaratnya
belum pernah menerima bansos dari tempat lain,” kata Imam.
Dasar pemerintah dalam mencairkan BSU itu tercantum dalam Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 16 tahun 2021 tentang perubahan atas Permenaker
nomor 14 tahun 2020 tentang pedoman pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau
upah bagi pekerja dalam penanganan dampak Covid-19.
Dalam aturan itu dijelaskan bila BSU memang diprioritaskan untuk pekerja atau buruh yang
belum menerima program bantuan lainnya. Seperti kartu pra kerja, program keluarga harapan
(PKH), atau program bantuan produktif untuk usaha mikro. Syarat lainnya untuk mendapatkan
BSU adalah gaji pekerja harus berada di bawah Rp 3,5 juta. Selanjutnya, bantuan itu juga diplot
khusus untuk mereka yang bekerja di wilayah PPKM level 3 dan 4.
Syarat lainnya yakni pekerja atau buruh penerima BSU adalah mereka yang bekerja di sektor
industri barang konsumsi, transportasi, properti, aneka industri, real estate, perdagangan dan
jasa. Ketentuan yang tak kalah penting yakni penerima BSU harus terdaftar sebagai peserta aktif
BPJamsostek hingga Juni 2021.
Setelah serangkaian proses verifikasi yang didasarkan pada poin-poin itu, diketahuilah jumlah
85.370 pekerja di Kota Malang yang berhak menerima BSU. Dari total itu, Imam menyebut ada
12.808 pekerja yang telah menerima BSU. Sehingga bila akumulasi, total ada 72.562 pekerja di
Kota Malang yang belum menerima BSU. Jika ditotal, masih ada dana bantuan senilai Rp 72,5
miliar yang belum dicairkan Kemenaker RI untuk para pekerja di Kota Malang.
Dari pengamatan dia, belum cairnya bantuan itu disebabkan karena beberapa faktor. Salah
satunya karena masih ada pekerja yang belum memiliki rekening. ”Jadi sekarang masih proses
pembuatan rekening,” kata dia. Sementara untuk pekerja yang sudah memiliki rekening tetapi
belum cair, kemungkinan karena prosesnya memang dilakukan bertahap.
Sehingga dana tersebut belum ditransfer secara merata ke rekening para pekerja. Selebihnya,
dia menjelaskan bila pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan belum cairnya BSU tersebut.
Sebab kewenangan pencairannya memang berada di Kemenaker RI.
Meski masih ada bantuan yang ngendon, Imam turut menyampaikan kabar baik kepada para
pekerja. Dari informasi yang ia dapat, kabarnya pemerintah pusat akan menuntaskan pencairan
bantuan tersebut dalam waktu dekat. ”Insyaallah akhir September ini sudah masuk (di transfer)
semua,” bebernya.
Ia memastikan bila pihaknya selama ini sudah menjalankan tugas sesuai prosedur. Seperti
memverifikasi persyaratan perusahaan yang mengajukan BSU. Seperti diketahui, beberapa
persyaratan tambahan itu juga diberlakukan. Sebab perusahaan yang mengajukan bantuan
120

