Page 153 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 153

Untuk memberikan kepastian tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan
              Surat Edaran (SE) No. 561/0016770 tentang Struktur dan Skala Upah di Perusahaan Tahun 2022
              yang ditujukan kepada kepala daerah dan pimpinan perusahaan.

              Bagi pengusaha wajib menyampaikan hasil penyusunan struktur dan skala upah kepada Dinas
              Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng melalui dinas yang membidangi ketenagakerjaan masing-
              masing daerah paling lambat 31 Desember 2021 dalam bentuk surat pernyataan.

              "Pekerja yang baru masuk tentunya akan menerima upah yang besarannya berbeda dengan
              pekerja yang sudah bertahun-tahun. Hal ini untuk memberikan rasa keadilan bagi pekerja," kata
              Ganjar di Semarang, Rabu (1/12).

              Dalam memberikan kepastian upah tahun depan, Ganjar telah meneken Keputusan Gubernur
              Jawa Tengah No. 561/39 tentang Upah Minimum 2022 pada 35 kabupaten/Kota di Jateng.

              Penetapan UMP berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 36/2021 tentang Pengupahan yang
              sudah memiliki formula penghitungan baku.

              Ganjar menekankan, upah minimum adalah batas terendah upah bagi pekerja dengan masa
              kerja kurang 1 tahun. Sedangkan bagi pekerja di atas setahun melalui penghitungan Struktur
              dan Skala Upah dengan memperhatikan minimal inflasi sebesar 1,28% dan laju pertumbuhan
              ekonomi sebesar 0,97%.

              Dalam perkembangan lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan
              besaran UMK 2022 untuk 38 kota/kabupaten daerah tersebut.

              Penetapan UMK 2022 di wilayah Jatim berdasarkan Keputusan Gubernur Jatim No. 188/803/
              KPTS/013/2021  tentang  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  di  Jawa  Timur  2022.  Besaran  UMK
              tertinggi di Jatim adalah Kota Surabaya dan yang terendah Kabupaten Sampang.
              Besaran UMK 2022 di wilayah ring 1 tercatat mengalami kenaikan sekitar Rp75.000 atau naik
              1,74%-1,75%.  Perincian  UMK  2022  di  ring  1  yakni  Kota  Surabaya  Rp4.375.479,19,  Gresik
              Rp4.372.030,51,  Sidoarjo  Rp4.368.581,85,  Kabupaten  Pasuruan  Rp4.365.133,19,  dan
              Kabupaten Mojokerto Rp4.354.787,17. Sedangkan UMK terendah Jatim yakni Sampang senilai
              Rp 1.922.122,97.

              Khofifah mengatakan keputusan kenaikan UMK di Jatim 2022 ini diambil dengan memperhatikan
              rasa keadilan, mempertimbangkan kondisi perekonomian, serta menjamin kondisi sektor industri
              serta ketenagakerjaan yang kondusif di Jatim.

              TIDAK MENGACU PP

              Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Jatim  Himawan  Estu  Bagijo  sebelumnya
              mengatakan dalam penentuan upah tersebut pemerintah tidak menggunakan format dalam PP
              78 maupun PP 36 karena yang dituntut buruh adalah kenaikan upah.

              Himawan  seperi  dilansir  dari  Antara  menegaskan  bahwa  dalam  pembahasan  jika  ditekankan
              pada  satu  regulasi  tidak  memungkinkan,  karena  itulah  akan  ada  diskresi  yang  akan  dibuat
              Gubernur Jatim.

              Sementar  itu,  Wakil  Koordinator  Bidang Pengupahan  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)
              Jatim Johnson Smanjuntak menilai ke-putusan UMK 2022 lantaran tidak sesuai dengan PP No.
              36/2021 tentang Pengupahan. Kebijakan itu tidak memiliki kepastian hukum karena formulasi
              nilai UMK untuk daerah ring 1 yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan tidak
              sesuai dengan PP No. 36/2021.


                                                           152
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158