Page 158 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 158

TOLAK UMK 2022, BURUH TANGERANG MOGOK KERJA

              Penetapan Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK) di Provinsi Banten 2022 dianggap tidak
              sesuai oleh pihak buruh. Mereka pun berencana melakukan aksi mogok daerah selama sepekan.

              Presidium Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) Dedi Sudarajat mengatakan, pihaknya menolak
              penetapan UMK di Provinsi Banten 2022, karena angka kenaikannya tidak sesuai.

              "Kami  menolak  karena  kan  kondisi  terakhir  itu  adalah  LKS  Tripartit  Provinsi  Banten  sudah
              merekomendasikan satu angka. Ini satu angka sudah disepakati oleh anggota LKS Tripartit yang
              di dalamnya kan ada pemerintah, Apindo, dan serikat pekerja, sudah sepakat nih angkanya 5,4,"
              ujarnya kepada rri.co.id, Rabu (1/12/2021).

              Terlebih, tiga wilayah tidak mengalami kenaikan UMK 2022, yakni Kabupaten Serang, Kabupaten
              Tangerang, dan Kabupaten Pandeglang.
              Ketua KSPSI Banten ini menyebut, pihaknya kecewa dengan Gubernur Banten Wahidin Halim
              lantaran tidak memutuskan penetapan UMK 2022 sesuai dengan rekomendasi Tripartit.

              "Kalau disepakati tidak ada masalah, kan bicara upah itu bicara kesepakatan. Nah yang kita
              kecewa adalah kenapa pak gubernur tidak meng-SK kan 5,4 hasil rekomendasi LKS Tripartit,
              malah dia menggunakan PP 36," jelasnya.

              Dedi  menuturkan,  pihaknya  dibuat  bingung  dengan  kebijakan  PP  No  36/2021  tentang
              Pengupahan sebagai produk hukum turunan dari UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              Di  sisi  lain  UU  Ciptaker  dinilai  inkonstitusional,  tetapi  tetap  berlaku.  Dalam  poin  7  putusan
              Mahkamah Konstitusi (MK), pemerintah diminta untuk menangguhkan kebijakan-kebijakan yang
              bersifat strategis yang berdampak luas.

              "Upah ini kan berdampak luas, maka sesuai amar putusan MK poin 7 untuk menangguhkan
              harusnya  pemerintah  tidak  boleh  lagi  menetapkan  aturan-aturan  yang  berdampak  luas  dan
              strategis. Jadi, harusnya pemerintah tidak menggunakan PP 36," jelasnya.

              Dedi menegaskan, pihak buruh pun menolak keputusan UMK 2022 ini dengan menggelar aksi
              mogok daerah, yang dilakukan selama sepekan, pada tanggal 3 sampai 10 Desember 2021.

              "Kami sudah sepakati bahwa hasil rapat semalam bersama para pimpinan serikat pekerja bahwa
              seluruh serikat pekerja di Banten akan melaksanakan mogok daerah. Jadi karyawan keluar dari
              pabrik, berdiri di depan pabrik masing-masing," tegasnya.

              Untuk diketahui, berikut besaran UMK Tahun 2022 se-Provinsi Banten : Kabupaten Pandeglang
              tidak ada kenaikan atau tetap Rp 2.800.292.64.

              Kabupaten Lebak naik menjadi Rp 2.773.590.40 dari Rp 2.751.313.18 atau naik 0,81%.
              Kabupaten Serang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 4.125.186.86.

              Kabupaten Tangerang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 4.230.792.65.

              Kota Tangerang naik menjadi Rp 4.285.798.90 dari Rp 4.262.015.37 atau naik 0,56%.

              Kota Tangerang Selatan naik menjadi Rp 4.280.214.51 dari Rp 4.230.792.65 atau naik 1,17%.

              Kota Cilegon naik menjadi Rp 4.430.254.18 dari Rp 4.306.772.64 atau naik 0,71%.

              Kota Serang naik menjadi Rp 3.850.526.18 dari Rp 3.810.549.10 atau naik 0,52%.

                                                           157
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163