Page 205 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 205
Judul BP2MI NTB ingatkan warga terkait masih ditutupnya Malaysia bagi PMI
Nama Media antaranews.com
Newstrend Pemberangkatan PMI Malaysia
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/2559181/bp2mi-ntb-ingatkan-
warga-terkait-masih-ditutupnya-malaysia-bagi-pmi
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-12-01 22:50:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Nusa Tenggara
Barat mengingatkan warga NTB untuk tidak nekat berangkat ke Malaysia yang masih menutup
pintu bagi pekerja migran Indonesia (PMI) karena pandemi COVID-19. Kepala UPT BP2MI NTB
Abri Danar Prabawa, di Mataram, Rabu, mengatakan beredar informasi terkait dibukanya
Malaysia bagi para pekerja asing, dalam hal ini salah satunya adalah PMI.
BP2MI NTB INGATKAN WARGA TERKAIT MASIH DITUTUPNYA MALAYSIA BAGI PMI
Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Nusa Tenggara
Barat mengingatkan warga NTB untuk tidak nekat berangkat ke Malaysia yang masih menutup
pintu bagi pekerja migran Indonesia (PMI) karena pandemi COVID-19.
Kepala UPT BP2MI NTB Abri Danar Prabawa, di Mataram, Rabu, mengatakan beredar informasi
terkait dibukanya Malaysia bagi para pekerja asing, dalam hal ini salah satunya adalah PMI.
"Telah banyak calo atau sponsor yang menawarkan kepada calon PMI untuk memberangkatkan
ke Malaysia secara ilegal, saya ingatkan agar warga jangan nekat," katanya.
Ia menegaskan sampai dengan saat ini, Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa proses
penempatan PMI ke Malaysia masih ditutup.
Hal itu sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan
Kesempatan Kerja No.3/2748/PK.02.02/VII/2021 tentang Perubahan Kelima, Penetapan Negara
Tujuan Penempatan Tertentu Bagi PMI Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.
"Saya tegaskan bahwa Malaysia masih menutup kedatangan bagi pekerja asing di seluruh sektor
dan hanya melayani mereka masih berlaku visa kerjanya saja," ujarnya.
Menurut Abri, imbauan juga telah disampaikan oleh Pemerintah Malaysia terkait tindakan tegas
bagi warga negara asing yang memaksa masuk tanpa izin.
204

