Page 210 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 210

Meski demikian, ia mengaku heran Gubernur Ganjar masih menggunakan UU No.11/2020 untuk
              menetapkan UMK 2022 di Jateng. "Maka keputusan Gubernur Jateng yang menetapkan UMK
              2022 dengan mengacu UU No.11/2020 dan PP 36/2021 tersebut adalah inkonstitusional, cacat
              formil," tegasnya.

              Ia menilai seharusnya Gubernur Ganjar mempertimbangkan usulan atau masukan dari serikat
              pekerja atau buruh karena UMK. Apalagi dalam masukan itu telah disebutkan bahwa UU Nomor
              11 Tahun 2020 dan PP Nomor 11 Tahun 2020 tersebut telah ditangguhkan MK.

              "Apa yang dikeluarkan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, bertentangan dengan UUD 1945
              dan Pancasila. Lagi-lagi, Jateng menetapkan upah paling rendah di Indonesia. Masyarakat Jateng
              perlu  prihating  punya  gubernur  seperti  Ganjar Pranowo yang ternyata tidak  pro  wong  cilik,"
              ungkap Karmanto kesal.

              Senada  juga  disampaikan  Divisi  Ketenagakerjaan  Aliansi  Jurnalis  Independen  (AJI)  Kota
              Semarang, Abdul Mughis, yang menyayangkan keputusan Gubernur Ganjar dalam penetapan
              UMK 2022 di 35 kabupaten/kota se-Jateng.

              "Langkah gubernur yang tetap nekat menggunakan UU 11/2020 dan PP No. 36/2021 sebagai
              acuan  penetapan  UMK  2022  di  35  kabupaten/kota  di  Jateng  adalah  sikap  gegabah.  Sangat
              disayangkan, tidak ada satu pun aspirasi buruh yang menjadi pertimbangan penetapan UMK.
              Kebijakan yang inkonstitusional harus ditolak," ungkap Mughis yang juga Ketua Serikat Pekerja
              Lintas Media (SPLM) Jateng.

              Sementara  itu,  dalam  keterangan  resmi  yang  diperoleh  Solopos.com,  Gubernur  Ganjar
              berpedoman  pada  PP  36/2021  dalam  menetapkan  UMK  2022  di  Jateng.  Ia  berdalih  formula
              perhitungan dan data yang digunakan sudah baku atau ditetapkan pemerintah pusat.

              "UMK mendasari perhitungan formula dari PP 36/2021 pasal 26 dan angka dari BPS sesuai surat
              Menteri Ketenagakerjaan RI kepada para gubernur se-Indonesia No. B-M/383/HI.01.00/XI/2021
              tanggal 9 November 2021 tentang Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan dalam
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2022," tulis Ganjar dalam keterangan tertulis.



































                                                           209
   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215