Page 253 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 253

neutral - Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) Ketetapan tentang kewajiban perusahaan membuat
              struktur skala upah kita cantumkan dalam SK agar menjadi perhatian semuanya
              neutral  -  Ganjar  Pranowo  (Gubernur  Jateng)  Beberapa  perusahaan  besar  telah  menyatakan
              kesanggupan untuk memberikan kenaikan upah lebih dari 10% bahkan 15%

              positive - Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) Pekerja yang baru masuk bekerja tentunya akan
              menerima upah yang besarannya berbeda dengan pekerja yang sudah bekerja bertahun-tahun,
              hal ini untuk memberikan rasa keadilan bagi pekerja sekaligus penghargaan atas pengabdian
              dari para pekerja kepada perusahannya



              Ringkasan

              Gelombang penolakan terhadap penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2022
              berdatangan dari serikat buruh di Jawa Tengah. Pasalnya, UMK yang sudah ditetapkan dianggap
              tidak mengakomodasi aspirasi para buruh yang sudah disampaikan baik melalui dialog hingga
              aksi turun ke jalan.



              KECEWA DENGAN PUTUSAN GANJAR SOAL UMK, BURUH DI JATENG BERENCANA
              MENGGUGAT

              Gelombang penolakan terhadap penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2022
              berdatangan dari serikat buruh di Jawa Tengah. Pasalnya, UMK yang sudah ditetapkan dianggap
              tidak mengakomodasi aspirasi para buruh yang sudah disampaikan baik melalui dialog hingga
              aksi turun ke jalan.

              Kaum buruh kecewa dengan keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dianggap
              mencederai  hati  rakyat.  Juru  Bicara  Aliansi  Buruh  Jawa  Tengah,  Karmanto,  menegaskan
              pihaknya  menolak  keras  Surat  Keputusan  (SK)  Gubernur  Jawa  Tengah  561/39  Tahun  2021
              tentang UMK 2022 untuk 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

              "Kami menyatakan dengan keras dan tegas menolak atas ditetapkannya UMK 2022 tersebut,"
              tegasnya dalam siaran pers, Rabu (1/12/2021).
              Menurutnya, Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan
              Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan telah dinyatakan oleh Mahkamah
              Konstitusi (MK) adalah inkonstitusional.

              "Artinya,  pemerintah  harus  menangguhkan  segala  tindakan  atau  kebijakan  yang  bersifat
              strategis dan berdampak luas. Maka keputusan Gubernur Jawa Tengah yang menetapkan UMK
              2022 tersebut adalah inkonstitusional. Cacat formil," tegasnya.

              Pihaknya meminta Ganjar segera merevisi upah minimum di 35 kabupaten dan kota.

              "Gubernur harus menaikkan UMK 2022 Jawa Tengah sebesar 16 persen, sesuai usulan kami
              yang telah kami sampaikan tertanggal 14 November, 17 November dan 29 November 2021,
              melalui Kadisnaker," ucap Karmanto.

              Karmanto mengungkapkan di masa pandemi Covid-19 ini, buruh berjuang mandiri tanpa subsidi,
              bergelut dengan maut demi mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah.




                                                           252
   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258