Page 254 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 254

"Saya mohon, Gubernur yang dipilih oleh rakyat harus bersikap adil dan bijaksana. Pemerintah
              jangan  hanya  demi  memberikan  karpet  merah  kepada  oligarki,  hanya  berpikir  investasi,
              sedangkan rakyatnya dikorbankan," tegasnya.

              Pernyataan senada disampaikan Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jawa
              Tengah, Heru Budi Utoyo.

              Dia  merasa  kecewa  dengan  besaran  UMK  yang  ditetapkan.  Pihaknya  berupaya  mengambil
              langkah  hukum  untuk  menggugat  SK  Gubernur  Jawa  Tengah  Nomor  561/39  tentang  Upah
              Minimum pada 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah tersebut.

              "Kami pertimbangkan apakah akan melakukan gugatan atau tidak. Kami akan persiapkan terlebih
              dahulu dan konsolidasi dengan jajaran pengurus daerah di kabupaten/kota se-Jawa Tengah,"
              tegasnya.

              Menurutnya, putusan penetapan UMK tidak mengakomodasi aspirasi para buruh yang sudah
              disampaikan selama ini.

              "Upah  yang  ditetapkan  condong  ke  pengusaha,  Gubernur  tidak  akan  pernah  tahu  kalau
              kebutuhan hidup buruh semakin jauh dari KHL (Kebutuhan Hidup Layak)," tegasnya.

              Divisi  Ketenagakerjaan  Aliansi  Jurnalis  Independen  (AJI)  Kota  Semarang,  Abdul  Mughis
              menyayangkan, keputusan Ganjar dalam penetapan UMK 2022.

              Menurutnya, langkah Ganjar menggunakan UU Nomor 11 Tahun 2020 dan PP Nomor 36 Tahun
              2021 sebagai acuan penetapan UMK 2022 adalah sikap gegabah.

              "Sangat  disayangkan,  tidak  satu  pun  aspirasi  buruh  yang  telah  disampaikan  dalam  audiensi
              bersama Disnaker Provinsi Jawa Tengah menjadi pertimbangan dalam penetapan UMK 2022.
              Kebijakan  yang  inkonstitusional  harus  ditolak!"  ungkap  Mughis  yang  juga  menjabat  sebagai
              Ketua Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jawa Tengah itu.

              Pihaknya juga mendorong Gubernur Jawa Tengah untuk segera merevisi keputusan tersebut
              agar kebijakan tersebut adil.

              "Saya teringat tagline Pak Ganjar di profil akun twitternya yang sungguh bijaksana 'Tuanku ya
              Rakyat, Gubernur cuma mandat'. Kalau rakyat menagih tagline itu tentu tidak salah," ujarnya.
              Dalam  keterangannya,  Gubernur  Jawa  Tengah  Ganjar  Pranowo  telah  menandatangani
              Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.561/39 tentang Upah Minimum pada 35 (tiga puluh lima)
              Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022.

              Penetapan UMK tahun 2022 mendasarkan pada PP Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan
              di mana formula perhitungan dan datanya sudah baku. UMK mendasari perhitungan formula dari
              PP 36/2021 pasal 26 dan angka dari BPS sesuai surat Menteri Ketenagakerjaan RI kepada Para
              Gubernur  se-Indonesia  No.  B-M/383/HI.01.00/XI/2021  tanggal  9  November  2021  tentang
              Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum Tahun
              2022.

              Gubernur menegaskan upah minimum adalah batas terendah upah bagi pekerja dengan masa
              kerja kurang satu tahun. Sedangkan bagi pekerja diatas 1 tahun atau lebih melalui penghitungan
              Struktur dan Skala Upah (SUSU) dengan memperhatikan minimal inflasi sebesar 1,28% dan laju
              pertumbuhan ekonomi sebesar 0,97%.





                                                           253
   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259