Page 261 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 261

PENGUSAHA DI JATIM BAKAL GUGAT KHOFIFAH SOAL UMK TAK SESUAI ATURAN

              Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  Jawa  Timur  akan  menggugat  Pemerintahan  Provinsi
              Jawa  Timur  Khofifah  Indar  Parawansa  ke  Peradilan  Tata  Usaha  Negara  (PTUN)  terkait
              keputusannya  menaikkan  Upah  Minimum  Kabupaten  Kota  (  UMK  )  2022.  Wakil  Koordinator
              Bidang Pengupahan Apindo Jatim Johnson Simanjuntak menilai keputusan Gubernur Jatim yang
              menaikkan UMK di 5 kabupaten/kota Jatim, yaitu Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan
              Pasuruan,  tidak  memiliki  landasan  hukum  karena  keluar  dari  formulasi  yang  diatur  dalam
              Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021.

              "Kami tidak tahu formulasi apa yang dipakai Gubernur Jatim sehingga kenaikan  tidak sesuai
              aturan PP 36 tahun 2021. Ini yang kami anggap tidak memiliki kepastian hukum," kata Johnson,
              Rabu (1/12).

              Johnson mengatakan kenaikan UMK 2022 yang tak sesuai formulasi PP 36/2021 ini berdampak
              pada  pengupahan  pekerja,  sektor  investasi  dan  usaha  lainnya.  Karena  itu,  Apindo  Jatim
              berencana menempuh jalur hukum atas SK nomor 188/803/KPTS/013/2021 yang dikeluarkan
              Gubernur Jatim tentang UMK 2022.

              "Kemungkinan besar langkah hukum akan kita tempuh. Pertama, kami dapat lakukan keberatan
              ke gubernur terhadap keluarnya keputusan ini. Kedua, gugatan ke PTUN," ujarnya.
              Sebelumnya, Gubernur Khofifah menetapkan upah minimum 38 kabupaten/kota di Jatim melalui
              Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/803/KPTS/013/2021 tentang UMK 2022 di Jatim.
              Khofifah berharap keputusan tentang penetapan UMK itu mampu diterapkan secara seksama
              oleh seluruh stakeholders, dengan memperhatikan rasa keadilan, pertumbuhan ekonomi serta
              kondisi sektor industri.

              "Saya  berharap  seluruh  stakeholders  memperhatikan  serta  menerapkan  ketentuan  tersebut
              dengan seksama," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
              Menurutnya,  penetapan  upah  minimum  ini  merupakan  suatu  standar  yang  ditetapkan  oleh
              pemerintah  dan  berlaku  bagi  pekerja/buruh  dengan  masa  kerja  kurang  dari  1  tahun  pada
              perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan, bagi pekerja dengan masa kerja di atas 1 tahun,
              maka pengupahan yang berlaku dengan menggunakan struktur dan skala upah.
              Ia menyebut kenaikan upah minimum tahun depan dihitung menggunakan formula sesuai PP
              36/2021.  Perhitungan  ini  menggunakan  data-data  statistik  yang  dirilis  Badan  Pusat  Statistik
              (BPS) sebagai dasar perhitungan penyesuaian UMK 2022.

              Namun,  kata  dia,  khusus  lima  kabupaten/kota  yang  masuk  ring  1,  yaitu  Kota  Surabaya,
              Kabupaten Gresik, Mojokerto, Sidoarjo dan Pasuruan upah Minimum nya naik 1,74-1,75 persen
              atau Rp75.000. Sedangkan 33 daerah lainnya, penetapan UMK Tahun 2022 sesuai dengan PP
              Nomor 36 Tahun 2021.
              "Beberapa data yang menjadi dasar perhitungan, yaitu rata-rata pengeluaran per kapita sebulan
              kabupaten/kota tahun 2021, rata-rata banyaknya Anggota Rumah Tangga (ART) kabupaten/kota
              2021,  dan  rata-rata  banyaknya  ART  berusia  15  tahun  ke  atas  yang  bekerja  sebagai  buruh
              menurut kabupaten/kota 2021," urainya.
              "Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi (PDRB Triwulan IV Tahun 2020 + Kuartal I,II,III Tahun
              2021) terhadap (PDRB Triwulan I Tahun 2019 + Kuartal I, II, III Tahun 2020) yang menurut
              provinsi sebesar 1,70 persen. Serta, inflasi September 2020-September 2021 yang menurut data
              provinsi mencapai 1,92 persen," tambahnya.



                                                           260
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266