Page 274 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 274
Dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama pertukaran ini, Indonesia-Swiss sepakat untuk
saling membuka pasar tenaga kerja bagi profesional muda usia 18–35 tahun untuk bekerja di
semua sektor di kedua negara, dengan tetap memperhatikan aturan, khususnya aturan terkait
tenaga kerja asing yang berlaku di kedua negara.
Penempatan dilakukan dengan basis kuota maksimal 50 orang profesional muda dalam setiap
tahun dengan berbasis kontrak kerja antara pemberi kerja dan pekerja, di mana skema ini telah
dimiliki oleh Pemerintah Swiss dengan 14 negara mitra kerjasamanya, salah satunya dengan
Indonesia.
Kesepakatan pemerintah Indonesia dan Swiss ini merupakan langkah strategis bagi RI, terutama
dalam rangka memperluas kesempatan kerja khususnya di luar negeri. Terlebih lagi untuk
sektor-sektor pekerjaan yang perlindungannya cukup baik, baik itu dilihat dari segi upah, kondisi
pekerjaan ataupun kondisi hubungan industrial antara pemberi kerja dan tenaga kerja.
Hal ini berarti juga bahwa kesempatan kerja bagi profesional muda Indonesia terbuka lebar di
Swiss, yang pada akhirnya dapat menurunkan angka pengangguran di Tanah Air, meningkatkan
taraf hidup masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Di lain pihak, kesepakatan ini
juga menjadi peluang bagi Indonesia, untuk lebih percaya diri dalam menggali peluang-peluang
kerja formal yang lebih luas lagi di negara lain.
"Kami berharap ini menjadi milestone awal terbukanya skema kerja sama penempatan tenaga
kerja Indonesia di negara-negara mitra kawasan Eropa," ujar Dirjen Binapenta, Kemnaker RI,
Suhartono.
Lebih lanjut, Dirjen Binapenta menyampaikan kedua negara akan kembali duduk bersama untuk
membicarakan technical arrangement dari perjanjian ini guna dapat memaksimalkan
pemanfaatan kerja sama yang telah dijalin oleh kedua negara. "Seperti diketahui, Indonesia-
EFTA CEPA mulai berlaku sejak 1 November 2021 dan diharapkan implementasi program Young
Professional ini dapat disegerakan sehingga dapat mendukung Indonesia-EFTA CEPA lebih
maksimal bagi kedua belah pihak," pungkas Dubes Muliaman Hadad.
273

