Page 270 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 270
Kegiatan ini juga disaksikan oleh Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad, bersama dengan
perwakilan dari Kementerian Perdagangan RI dan Direktur Ketenagakerjaan Bappenas. Serta
dari pihak Swiss, turut hadir Head of Division Labor Market SEM, FDJP dan Head of Division dari
State Secretariat for Economic Affairs SECO.
Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono mengungkap perjanjian ini merupakan tindak
lanjut dari perundingan kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan European Free
Trade Association (Indonesia-EFTA CEPA). Ia menyebutkan perundingan kemitraan ini
sebelumnya telah ditandatangani pada tahun 2018 dan kemudian difinalisasikan pada tahun
2019.
Suhartono menjelaskan dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama pertukaran profesional
muda ini, kedua negara sepakat untuk saling membuka pasar tenaga kerja bagi profesional muda
usia 18-35 tahun untuk bekerja di semua sektor di kedua negara.
Kendati demikian, pembukaan kesempatan kerja ini menurutnya juga harus tetap
memperhatikan aturan, khususnya aturan terkait tenaga kerja asing yang berlaku di kedua
negara.
Lebih lanjut, Suhartono menerangkan penempatan dilakukan dengan basis kuota maksimal 50
orang profesional muda dalam setiap tahun dengan berbasis kontrak kerja antara pemberi kerja
dan pekerja. Ia menambahkan skema ini telah dimiliki oleh Pemerintah Swiss dengan 14 negara
mitra kerja samanya, salah satunya dengan Indonesia.
"Kami berharap ini menjadi milestone awal terbukanya skema kerja sama penempatan tenaga
kerja Indonesia di negara-negara mitra kawasan Eropa" ujar Suhartono dalam keterangan
tertulis, Rabu (1/12/2021).
Suhartono menilai kesepakatan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Swiss ini sangat
strategis bagi Indonesia, terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja di luar negeri.
Terlebih lagi untuk sektor-sektor pekerjaan yang perlindungannya cukup baik, baik itu dilihat
dari segi upah, kondisi pekerjaan ataupun kondisi hubungan industrial antara pemberi kerja dan
tenaga kerja.
Menurutnya, dengan adanya kesempatan kerja bagi profesional muda Indonesia yang terbuka
lebar di Swiss, pihaknya dapat menurunkan angka pengangguran di Indonesia, meningkatkan
taraf hidup masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, ia pun menilai kesepakatan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk lebih percaya
diri dalam menggali peluang-peluang kerja formal yang lebih luas lagi di negara lain.
Suhartono mengungkap kedua negara juga akan kembali duduk bersama untuk membicarakan
technical arrangement dari perjanjian ini. Harapannya, hal ini dapat memaksimalkan
pemanfaatan kerja sama yang telah dijalin oleh kedua negara.
"Seperti diketahui, Indonesia-EFTA CEPA mulai berlaku sejak 1 November 2021 dan diharapkan
implementasi program Young Professional ini dapat disegerakan sehingga dapat mendukung
Indonesia-EFTA CEPA lebih maksimal bagi kedua belah pihak", ujar Dubes RI untuk Swiss,
Muliaman Hadad.
269

