Page 267 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 267
PEKERJAKAN PENYANDANG DISABILITAS, HOLDING PERKEBUNAN NUSANTARA
RAIH PENGHARGAAN
KEMENTERIAN Tenaga Kerja (Kemenaker) menobatkan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III
(persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang Mempekerjakan Penyandang
Disabilitas Tahun 2021.
Penghargaan ini kembali mengukuhkan komitmen Holding Perkebunan dalam melakukan
transformasi di semua lini perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas
sebanyak 633 orang mulai dari pelaksana hingga level pengawas.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengapresiasi kolaborasi yang telah dijalankan
oleh sejumlah kementerian, termasuk Kementerian BUMN yang telah mempekerjakan
penyandang disabilitas.
"Salah satu kolaborasi yang telah dijalankan bersama Kementerian BUMN melalui Forum Human
Capital Indonesia (FHCI) hingga November 2021, yakni 72 BUMN telah mempekerjakan 1.271
penyandang disabilitas dan berharap kepada para penerima penghargaan bisa menjadi motivator
bagi perusahaan BUMN lain," ujar Ida Fauziyah dalam sambutannya pada Selasa (30/11) di Ritz
Carlton Hotel, Jakarta.
Ida menyerahkan penghargaan itu kepada Holding Perkebunan Nusantara PTPN III.
Penghargaan itu diterima Holding Perkebunan setelah melalui proses verifikasi oleh tim yang
terdiri atas Kemenaker dan FHCI Kementerian BUMN, salah satunya dengan melakukan
kunjungan lapangan ke Kantor Holding Perkebunan Nusantara PTPN III di Jakarta dan
melakukan interviu melalui video conference kepada karyawan penyandang disabilitas di
beberapa entitas PTPN pada Selasa (9/11).
Hasilnya, Holding Perkebunan menunjukkan praktik baik pemenuhan aspek-aspek
ketenagakerjaan yang inklusif bagi tenaga kerja penyandang disabilitas.
Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 mewajibkan BUMN mempekerjakan
paling sedikit 2% penyandang disabilitas. Di tahun ini, PTPN berpartisipasi dengan membuka
peluang sebanyak 16 posisi untuk diisi oleh penyandang disabilitas tunadaksa, tunarungu, dan
tunawicara untuk penempatan di seluruh Indonesia sebagai tenaga administrasi/data support.
Menurut Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, Seger
Budiarjo, hal ini bukan sekadar pemenuhan ketentuan undang-undang.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran mengenai kesetaraan dan inklusivitas di tempat kerja juga
memperluas kesempatan pencarian sumber daya manusia yang lebih beragam. Apalagi di
beberapa perusahaan terbukti penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang kadang tidak
dimiliki karyawan nondisabilitas.
Di samping itu, mempekerjakan penyandang disabilitas dapat memberikan nilai tambah terhadap
reputasi, prestise, dan nama baik perusahaan, sebagai entitas yang berkomitmen dalam
mewujudkan dunia kerja inklusif dalam penghormatan asas kesetaraan," tambah Seger.
Secara keseluruhan, penyandang disabilitas yang bekerja di PTPN Group sebanyak 633 orang
mulai dari pelaksana hingga level pengawas, tersebar di berbagai posisi, yakni operator dan
pelaksana, supporting dan keamanan, staf administrasi dan teknisi, supervisor tingkat pelaksana
atau mandor, dan supervisor atau tingkat manajer.
Derajat kedisabilitasannya pun berbeda-beda, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.
266

