Page 29 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 29

Judul               Buruh di Tangerang Raya Tolak Penetapan UMK Banten 2022
                Nama Media          republika.co.id
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.republika.co.id/berita/r3gpxu484/buruh-di-tangerang-
                                    raya-tolak-penetapan-umk-banten-2022
                Jurnalis            Erik Purnama Putra
                Tanggal             2021-12-02 07:41:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Ringkasan

              onfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang
              Selatan  (Tangsel)  menolak  Surat  Keputusan  (SK)  Gubernur  Banten  tentang  Upah  Minimum
              Kabupaten atau Kota (UMK) se-Provinsi Banten Tahun 2022.



              BURUH DI TANGERANG RAYA TOLAK PENETAPAN UMK BANTEN 2022

              TANGERANG -- Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang
              dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menolak Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten tentang
              Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK) se-Provinsi Banten Tahun 2022.

              "KSPSI yang terafiliasi ke Andi Gani Nea Wea (AGN) ini menolak SK Gubernur Banten Nomor.
              561/Kep282-Huk/2021 yang resmi dikeluarkan 30 November 2021, karena dinilai tidak sesuai
              dengan kesepakatan hasil rapat kerja Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit," kata Ketua Dewan
              Perwakilan Cabang KSPSI (AGN) Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriyadi di Tangerang, Rabu
              (1/12).

              LKST  ripartita  dalah  forum  musyawarah  tentang  masalah  ketenagakerjaan  yang  terdiri  dari
              unsur,  pemerintah,  organisasi  pengusaha  dan  serikat  pekerja  atau  buruh.  Menurut  Ahmad,
              seharusnya  SK  Gubernur  tentang  pengupahan  harus  merujuk  kepada  hasil  kesepakatan  LKS
              tripartit Provinsi Banten pada 29 November 2021.

              Dalam  pertemuan  itu,  disetujui  kenaikan  UMK  pada  2022  sebesar  5,4  persen.  "Kami  tegas
              menolak dan menuntut Gubernur Banten untuk merevisi SK UMK (Kabupaten atau Kota) Tahun
              2022, dimana revisi merujuk pada pokok pikiran yang dirumuskan LKS Tripartit yaitu kenaikan
              Upah Sebesar 5,4 persen," kata Ahmad.

              Selain itu, ia menuturkan, SK Gubernur yang diteken Wahidin Halim masih berdasar kepada PP
              Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai aturan turunan dari UU Nomor 11 Tahun
              2020  tentang  Cipta  Kerja  yang  dalam  amar  putusan  Mahkamah  Konstitusional  yang  telah
              dinyatakan sebagai UU inkonstitusional bersyarat.

                                                           28
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34