Page 26 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 26
Judul Upah Minimum Naik Tipis, Buruh Meringis
Nama Media Rakyat Sultra
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg2
Jurnalis Opini
Tanggal 2021-12-02 07:47:00
Ukuran 151x262mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 36.995.000
News Value Rp 110.985.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
(UMP) 2022 yang secara ratarata nasional hanya naik 1,09 persen. Puluhan ribu buruh berencana
akan menggelar demonstrasi di Istana Negara, Balai Kota DKI Jakarta, dan Kantor Kementerian
Tenag Kerja pada 29 dan 30 November 2021 (Republika.co.id 22/11).
UPAH MINIMUM NAIK TIPIS, BURUH MERINGIS
(UMP) 2022 yang secara ratarata nasional hanya naik 1,09 persen. Puluhan ribu buruh berencana
akan menggelar demonstrasi di Istana Negara, Balai Kota DKI Jakarta, dan Kantor Kementerian
Tenag Kerja pada 29 dan 30 November 2021 (Republika.co.id 22/11).
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPI) Said Iqbal mengatakan, aksi ini merupakan
buah kesepakatan enam konfederasi serikat buruh dan 60 serikat buruh tingkat nasional. Buruh
yang terlibat aksi ini mencapai puluban ribu orang, yang berasal dari pabrik-pabrik di Jakarta,
Jawa Barat, dan Banten.
Setidaknya, terdapat tiga alasan mengupa kelompok buruh menolak keras kenaikan UMP 1,09
persen. Pertama, penetapan UMP tahun ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36
Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Kedua, kelompok buruh mempertanyakan argumen Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah yang
menyebut upah minimum di Indonesia terlalu tinggi.
Padahal, upah minimum di Upah Minimum Naik Tipis, Buruh Meringis Indonesia lebih rendah
dibanding Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Ketiga, kelompok buruh menilai Menaker Ida telah
membohongi rakyat bab, dalam UU Nomor I tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law)
hanya dis butkan bahwa kenaikan upah ditentukan oleh pertumbuhan 'ekonomi, atau inflasi di
lain sisi, pemerintah mengklaim bahwa penetapan besaran UMP itu selain mempertimbangkan
kebutuhan buuh, juga mempertimbangkan kondisi dunia usaha saat ini yang masih tertekan oleh
pandemi COVID-19.
25

