Page 21 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 21

M/383/HI.01.00/XI/2021 tanggal 9 November 2021 tentang Penyampaian Data Perekonomian
              dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum tahun 2022.
              “Selama  ini  sidang  Dewan  Pengupahan  Provinsi  Kepri  juga  berjalan  dengan  baik  selama
              pembahasan Upah Minimum Kabupaten/Kota se-provinsi Kepri, dan sesuai dengan rekomendasi
              dari Bupati dan Wali Kota,” kata Hasan, Rabu (1/12/2021).

              Adapun  rapat  Dewan  Pengupahan  Provinsi  Kepulauan  Riau  telah  dilaksanakan  pada  24
              November 2021 lalu, dan hasilnya telah dituangkan dalam Berita Acara tentang Rekomendasi
              Besaran Angka Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) se-Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022.

              “Gubernur telah memutuskan besaran UMK tahun 2022. Dan dalam proses penetapannya semua
              prosedur  dan  regulasi  sudah  dijalani.  Sehingga  tidak  ada  keputusan  yang  diambil  tanpa
              musyawarah dan tanpa pertimbangan,” katanya.

              Dari hasil rapat Dewan Pengupahan tersebut kemudian diputuskan UMK 6 kabupaten dan kota
              pada 31 November 2021: Sementara untuk UMK KOta Batam tahun 2022 baru ditetapkan pada
              1 Desember. Yakni sebesar Rp4.186.359.

              Dalam penegasannya, Hasan melanjutkan amanat Gubernur, berharap semua pihak dan seluruh
              elemen  masyarakat  dapat  menghargai  keputusan  tersebut  serta  tetap  memelihara  dan
              meningkatkan iklim investasi yang kondusif di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

              Sehingga kebijakan pengupahan yang telah diambil dapat menjadi salah satu faktor pendorong
              pertumbuhan ekonomi.

              “Gubernur sangat apresiatif kepada para serikat buruh yang telah menyampaikan aspirasinya
              dengan aman dan terib. Selain itu, Gubernur juga sudah bertemu dan berdiskusi dengan walikota
              Batam  beberapa  waktu  yang  lalu,  atas  saran  dan  masukannya,  sehingga  penetapan  tetap
              berdasarkan regulasi tentang pengupahan dan lainya,” kata Hasan lagi diiyakan Mangara.

              Menurut  Hasan  lagi,  bahwa  Pemerintah  Provinsi  Kepri  dalam  mengambl  keputusan  terkait
              penetapan UMK kali ini, tidak ingin melanggar PP nomor 36 tahun 2021, karena akan ada sanksi.

              Para  kepala  daerah  harus  mengikuti  sistem  pengupahan  baru  sesuai  Peraturan  Pemerintah
              Nomor 36 Tahun 2021. Dan terkait hal ini Mendagri sudah melayangkan surat untuk seluruh
              Gubernur se Indonesia.

              “Gubernur mengajak, mari kita jaga kodusifitas daerh kita ini. Percayalah, setiap keputusan yang
              Pemerintah  ambil  pasti  sudah  dipetimbangkan  dengan  sangat  matang.  Bahkan  sudah
              dimusyawarahkan  dengan  seluruh  stakeholder  yang  tergabung  dalam  dewan  pengupahan,”
              tutup hasan. ***




















                                                           20
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26