Page 295 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 295
"Jadi pengertiannya untuk temen-temen yang masa kerja 0 sampai maksimal 1 tahun itu
besarannya sesuai UMK. Tapi untuk yang di atas 1 tahun maka naik, jangan salah paham," kata
Syukur, saat konferensi pers di Kantor Apindo Karawang, Rabu (1/12/2021).
Syukur menyebut masing-masing perusahaan mempunyai skala upah pekerja. Besarannya bisa
juga ditetapkan melalui perundingan bersama antara perwakilan pekerja dengan pihak
perusahaan.
Menurutnya, anggapan upah pekerja tidak akan naik upahnya sebagai hal yang keliru. Apalagi
jika upahnya akan turun.
"Kalau seandainya ada kebuntuan dalam perundingan dan sebagainya, kalau anggota Apindo
kami siap untuk membantu memfasilitasi," ucap dia.
Apindo pun berharap para pekerja memahami hal itu. Apalagi selama dua tahun ini sejak
pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang diterpa kesulitan keuangan.
Hanya saja, soal buruh akan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) soal
Keputusan Gubernur Jabar mengenai UMK 2021, Apindo tidak berani melarang. Pun soal rencana
aksi besar - besaran. Sebab, itu hak pekerja.
Namun Syukur berharap persoalan UMK ini diselesaikan secara arif agar tidak menimbulkan
dampak negatif.
"Mari kita selesaikan persoalan ini secara arif dan bijaksana tidak membawa dampak negatif
terhadap industri yang ada di Karawang. Karena bagaimanapun yang rugi adalah Karawang,"
ujar Syukur.
Diberitakan sebelumnya, buruh di Karawang kecewa Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang
batal naik. Mereka mengancam akan melakukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara
(PTUN).
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Karawang Ferry Nuzarli mengatakan
rekomendasi Bupati Karawang soal kenaikan 7, 68 persen UMK Karawang ditolak Gubernur Jawa
Barat.
Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mengeluarkan Keputusan Gubernur
Jabar Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 Tanggal 30 November 2021 tentang UMK di Daerah
Provinsi Jabar Tahun 2022.
Dalam SK itu, UMK Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.798.312,00. UMK Karawang tak lagi
tertinggi, melainkan nomor dua di Jabar setelah Kota Bekasi yang Rp 4.816.921,17 Sedangkan
sebelumnya, UMK Karawang durekomendasikan naik sebesar 5,27 persen atau Rp 5.051.183.
Usulan itu kemudian kembali direvisi menjadi 7,68 persen sekitar Rp 5.166.822,36.
294

