Page 306 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 306
Ringkasan
Program kartu prakerja terbukti mampu meningkatkan setidaknya empat manfaat bagi
penerimanya, yakni dari sisi kebekerjaan, pelatihan dan kompetensi, ketahanan pangan dan
layanan keuangan. Program ini bahkan mampu mendorong penerima manfaat untuk tidak
mengambil pinjaman guna menutupi kebutuhan sehari-hari.
EFEKTIVITAS KARTU PRAKERJA, TINGKATKAN PENDAPATAN HINGGA
KETERAMPILAN
Program kartu prakerja terbukti mampu meningkatkan setidaknya empat manfaat bagi
penerimanya, yakni dari sisi kebekerjaan, pelatihan dan kompetensi, ketahanan pangan dan
layanan keuangan. Program ini bahkan mampu mendorong penerima manfaat untuk tidak
mengambil pinjaman guna menutupi kebutuhan sehari-hari.
Fakta-fakta itu terungkap dalam hasil studi "Impact Evaluation of Kartu Prakerja" oleh Vivi Alatas
(Asakreativita), Rema Hanna (Harvard Kennedy School), Achmad Maulana (Prospera), Benjamin
Olken (MIT), Elan Satriawan (TNP2K), dan Sudarno Sumarto (TNP2K), dengan dukungan dari
Pemerintah Australia, USAID, serta the Bill & Melinda Gates Foundation.
Temuan awal dari kajian yang merupakan kerja sama resmi antara J-PAL SEA/LPEM FEB UI dan
Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) ini disampaikan melalui webinar pada
Rabu (1/12/2021).
Ekonom TNP2K Elan Satriawan menjelaskan, studi tersebut dilakukan melalui penyebaran Survei
Endline J-PAL secara daring dengan responden mencapai 47 ribu responden pendaftar kartu
prakerja (penerima maupun non penerima) dari Agustus-Oktober 2021.
Selain data Survei Endline, analisis evaluasi dampak juga menggunakan Data Survei Nasional
seperti SUSENAS September 2020 dan SAKERNAS Agustus 2020 yang digabungkan dengan data
administratif Manajemen Pelaksana, bekerja sama dengan BPS dan TNP2K.
"Berdasarkan data Survei Endline, secara rata-rata, pendaftar yang memenuhi syarat dan
menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 4,7 poin persentase (pp) lebih tinggi untuk
memiliki pekerjaan atau memiliki usaha daripada pendaftar yang memenuhi syarat dan tidak
menerima program. Hasil ini menunjukkan peningkatan 8% dalam kebekerjaan," kata Rema
Hanna, Profesor Jeffrey Cheah of South-East Asia Studies, Harvard Kennedy School serta Direktur
Ilmiah J-PAL Asia Tenggara, yang juga menjadi penulis kajian penelitian ini.
Selain itu, pendaftar yang menerima kartu prakerja memiliki probabilitas 2,8 pp atau setara
peningkatan 12% untuk berusaha sendiri, meningkatkan probabilitas 0,9 pp memiliki usaha atau
peningkatan sebesar 30%, serta memiliki probabilitas 5,1 pp (18%) lebih tinggi untuk memulai
pekerjaan baru sejak pengumuman gelombang pertama.
"Secara rata-rata, program Kartu Prakerja meningkatkan pendapatan dari semua pekerjaan
sekitar Rp122.500 per bulan. Hasil ini menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 10% pada
penerima kartu prakerja," kata Rema Hanna, Profesor Jeffrey Cheah of South-East Asia Studies,
Harvard Kennedy School serta Direktur Ilmiah J-PAL Asia Tenggara, yang juga menjadi penulis
kajian penelitian ini.
Dari sisi pelatihan dan kompetensi, penerima kartu prakerja memiliki probabilitas 11,7 pp (172%)
lebih tinggi untuk menggunakan sertifikat pelatihan saat mencari pekerjaan. Mereka memiliki
305

