Page 429 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 429

Ekonom  Tim  Nasional  Percepatan  Penanggulangan  Kemiskinan  (TNP2K)  Elan  Satriawan
              menjelaskan studi tersebut dilakukan melalui penyebaran Survei Endline J-PAL secara daring
              dengan responden mencapai 47.000 responden pendaftar Kartu Prakerja (penerima maupun
              bukan penerima) dari Agustus-Oktober 2021.

              Selain data Survei Endline, analisis evaluasi dampak menggunakan data survei nasional seperti
              Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2020 dan Survei Angkatan Kerja Nasional
              (Sakernas) Agustus 2020 yang digabungkan dengan data administratif Manajemen Pelaksana,
              bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan TNP2K.

              "Berdasarkan  data  Survei  Endline,  secara  rata-rata,  pendaftar  yang  memenuhi  syarat  dan
              menerima  Kartu  Prakerja  memiliki  probabilitas  4,7  poin  persentase  (pp)  lebih  tinggi  untuk
              memiliki pekerjaan atau memiliki usaha daripada pendaftar yang memenuhi syarat dan tidak
              menerima  program.  Hasil  ini  menunjukkan  peningkatan  8  persen  dalam  kebekerjaan,"  jelas
              Rema Hanna, Profesor Jeffrey Cheah of South-East Asia Studies, Harvard Kennedy School serta
              Direktur  Ilmiah  J-PAL  Asia  Tenggara,  yang  juga  menjadi  penulis  kajian  penelitian  ini,  Rabu
              (1/12/2021).
              Selanjutnya, pendaftar yang menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 2,8 pp atau setara
              peningkatan 12 persen untuk berusaha sendiri, meningkatkan probabilitas 0,9 pp memiliki usaha
              atau peningkatan sebesar 30 persen, serta memiliki probabilitas 5,1 pp atau peningkatan 18
              persen lebih tinggi untuk memulai pekerjaan baru sejak pengumuman gelombang pertama.
              "Secara  rata-rata,  program  Kartu  Prakerja  meningkatkan  pendapatan  dari  semua  pekerjaan
              sekitar Rp122.500 per bulan. Hasil ini menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen
              pada penerima Kartu Prakerja," lanjut Hanna.

              Dari sisi pelatihan dan kompetensi, studi menemukan bahwa penerima Kartu Prakerja memiliki
              probabilitas  11,7  pp  (172  persen)  lebih  tinggi  untuk  menggunakan  sertifikat  pelatihan  saat
              mencari  pekerjaan.  Mereka  memiliki  probabilitas  119,4  persen  lebih  tinggi  untuk  mengikuti
              pelatihan apa pun dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pelatihan Kartu Prakerja dan non-
              Kartu  Prakerja.  Mereka  juga  memiliki  probabilitas  4,0  pp  (10  persen)  lebih  tinggi  untuk
              menggunakan internet untuk pekerjaan mereka.

              Dari aspek ketahanan pangan dan keuangan, penerima Kartu Prakerja juga ditemukan memiliki
              probabilitas 2,9 pp lebih tinggi untuk melaporkan bahwa mereka aman (secure) dari segi pangan,
              yang menunjukkan peningkatan ketahanan pangan sebesar 6 persen. Hal itu disampaikan oleh
              Benjamin Olken, profesor ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) sekaligus
              Direktur J-PAL, yang juga menjadi penulis kajian penelitian ini.

              Menurutnya,  sebanyak  54  persen  penerima  program  melaporkan  tidak  pernah  makan  lebih
              sedikit dari biasanya dalam tiga bulan terakhir karena kesulitan keuangan, dibandingkan dengan
              51 persen non-penerima.

              "Para penerima Kartu Prakerja juga memiliki probabilitas 2,6 pp [8 persen] lebih rendah untuk
              mengambil pinjaman dalam tiga bulan terakhir untuk mengatasi kesulitan keuangan dan memiliki
              probabilitas 1,6 pp [21 persen] lebih tinggi untuk membeli aset dalam beberapa bulan terakhir,"
              ungkapnya.

              Dari  sudut  pandang  layanan  keuangan,  studi  menemukan  penerimaan  Kartu  Prakerja
              meningkatkan  kepemilikan  e-wallet  sebesar  27.8  poin  persentase  (53  persen).  Sebanyak  80
              persen penerima Kartu Prakerja memiliki akun e-wallet, dibandingkan dengan 52 persen non-
              penerima pada Survei Endline.




                                                           428
   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433   434