Page 485 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 485

Gubernur Khofifah menjelaskan, perhitungan upah minimum 2022 menggunakan formula sesuai
              Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021. Perhitungan itu, menggunakan data-data statistik
              yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar perhitungan penyesuaian UMK 2022.

              Namun,  khusus  lima  kabupaten/kota  yang  masuk  ring  satu  yaitu  Kota Surabaya,  Kabupaten
              Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, dan Pasuruan, upah minimum diusulkan bupati/wali kota dengan
              pertimbangan merupakan daerah padat industri.

              Beberapa data yang menjadi dasar perhitungan yaitu rata-rata pengeluaran per kapita sebulan
              menurut kabupaten/kota pada 2021, rata-rata banyaknya anggota rumah tangga (art) menurut
              kabupaten/kota  pada  2021,  dan  rata-rata  banyaknya  ART  berumur  15  tahun  ke  atas  yang
              bekerja sebagai buruh/karyawan per rumah tangga menurut kabupaten/kota pada 2021.

              Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang menurut data provinsi 1,70 persen serta inflasi September
              2020 September 2021 yang menurut data provinsi mencapai 1,92 persen.

              Adapun  pada  penetapan  UMK  2022,  sebanyak  lima  kabupaten/kota  yaitu  Kota  Surabaya,
              Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Mojokerto mengalami kenaikan UMK 2022 senilai
              1,74 1,75 persen atau Rp 75.000. Sedangkan 33 kabupaten/kota lainnya, penetapan UMK 2022
              sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021.

              Berikut  besaran  UMK  2022  untuk  38  kabupaten  dan  kota  di  Jawa  Timur  sesuai  Keputusan
              Gubernur  Jawa  Timur  Nomor  188/803/KPTS/013/2021:  Kota  Surabaya  Rp  4.375.479,19,
              Kabupaten Gresik Rp 4.372.030,51, Kabupaten Sidoarjo Rp 4.368.581,85, Kabupaten Pasuruan
              Rp 4.365.133,19, Kabupaten Mojokerto Rp 4.354.787,17, Kabupaten Malang Rp 3.068.275,36,
              Kota  Malang  Rp  2.994.143,98,  Kota  Pasuruan  Rp  2.838.837,64,  Kota  Batu  Rp  2.830.367,09,
              Kabupaten Jombang Rp. 2.654.095,88.

              Selanjutnya, Kabupaten Probolinggo Rp 2.553.265,95, Kabupaten Tuban Rp 2.539.224,88, Kota
              Mojokerto  Rp  2.510.452,36,  Kabupaten  Lamongan  Rp  2.501.977,27,  Kota  Probolinggo  Rp
              2.376.240,63, Kabupaten Jember Rp 2.355.662,91, Kabupaten Banyuwangi Rp 2.328.899,12,
              Kota Kediri Rp. 2.118.116,63.

              Untuk Kabupaten Bojonegoro Rp 2.079.568,07, Kabupaten Kediri Rp 2.043.422,93, Kota Blitar
              Rp 2.039.024,44.Kabupaten Tulungagung Rp 2.029.358,67, Kabupaten Blitar Rp 2.015.071,18,
              Kabupaten Lumajang Rp 2.000.607,20, Kota Madiun Rp 1.991.105,79, Kabupaten Sumenep Rp
              1978.927,22, Kabupaten Nganjuk Rp 1.970.006,41.

              UMK 2022 Kabupaten Ngawi Rp 1.962.585,99, Kabupaten Pacitan Rp 1.961.154,77, Kabupaten
              Bondowoso  Rp  1.958.640,12,  Kabupaten  Madiun  Rp  1.958.410,31,  Kabupaten  Magetan  Rp
              1.957.329,43, Kabupaten Bangkalan Rp 1.956.773,48, Kabupaten Ponorogo Rp 1.954.281,32,
              Kabupaten  Trenggalek  Rp  1.944.932,74,  Kabupaten  Situbondo  Rp  1.942.750,77,  Kabupaten
              Pamekasan Rp 1.939.686,39, dan Kabupaten Sampang Rp 1.922.122,97.


















                                                           484
   480   481   482   483   484   485   486   487   488   489   490