Page 489 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 489
Berdasarkan perhitungan Solopos.com, kenaikan UMK 2022 paling tinggi di antara 35
kabupaten/kota di Jateng terdapat di Sukoharjo. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menetapkan
kenaikan UMK 2022 sekitar 3,1%, dari Rp1.938.000 menjadi Rp1.998.153.
Sementara kenaikan paling kecil terdapat di wilayah Kabupaten Demak, yakni 0,058%, atau dari
Rp2.511.526 menjadi Rp2.513.006.
Keputusan Ganjar ini pun jauh dari harapan para buruh yang berharap UMK tahun 2022 di 35
kabupaten/Kota naik 10-16%. Perwakilan Aliansi Buruh Jawa Tengah (Jateng), Karmanto,
bahkan berharap Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, segera merevisi keputusannya itu.
"Kami minta Gubernur Jateng merevisi UMK 2022 sesuai tuntutan kami, naik 16%," ujar
Karmanto kepada Rabu.
Karmanto juga menyayangkan keputusan Ganjar yang tetap menggunakan UU No. 11/2020
tentang Cipta Kerja dan peraturan turunannya, PP No. 36/2021 tentang Pengupahan. Padahal,
MK telah memutuskan bahwa UU Cipta Kerja inkonstitusional atau tidak sah untuk diterapkan.
1. Kabupaten Cilacap - Rp2.230.731.
2. Kabupaten Banyumas - Rp1.983.261.
3. Kabupaten Purbalingga - Rp1.996.814.
4. Kabupaten Banjarnegara - Rp1.819.835.
5. Kabupaten Kebumen - Rp1.906.781.
6. Kabupaten Purworejo - Rp1.911.850.
7. Kabupaten Wonosobo - Rp1.931.285.
8. Kabupaten Magelang - Rp2.081.807.
9. Kabupaten Boyolali - Rp2.010.299.
10. Kabupaten Klaten - Rp2.015.623.
11. Kabupaten Sukoharjo - Rp1.998.153.
12. Kabupaten Wonogiri - Rp1.839.429.
13. Kabupaten Karanganyar - Rp2.064.313.
14. Kabupaten Sragen - Rp1.839.429.
15. Kabupaten Grobogan - Rp1.894.429.
16. Kabupaten Blora - Rp1.904.196.
17. Kabupaten Rembang - Rp1.874.322.
18. Kabupaten Pati - Rp1.968.339.
19. Kabupaten Kudus - Rp2.293.058.
20. Kabupaten Jepara - Rp2.108.403.
488

