Page 501 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 501
"Kami menolak (penetapan upah minimum) karena kondisi terakhir LKS Tripartit Provinsi Banten
sudah merekomendasikan satu angka. Ini satu angka sudah disepakati oleh anggota LKS Tripartit
yang di dalamnya kan ada pemerintah, Apindo, dan serikat pekerja sudah sepakat nih angka
kenaikannya 5,4%," kata Ketua KSPSI Provinsi Banten sekaligus Presidium AB3, Deddy Sudrajat,
saat dihubungi media, Rabu (1/12/2021).
Deddy mengatakan kenaikan upah minimum kota/kabupaten atau UMK se-Provinsi Banten yang
ternyata tidak sesuai rekomendasi Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit itu jelas menyalahi
aturan.
Penetapan upah minimum tersebut masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun
2021 tentang Pengupahan, yangmenurut Deddy masih merupakan produk hukum turunan dari
UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang telah diminta untuk direvisi.
"Kalau disepakati tidak ada masalah, kan bicara upah itu bicara kesepakatan. Nah yang kita
kecewa adalah kenapa Pak Gubernur (Banten) tidak menerbitkan surat keputusan (kenaikan)
5,4% hasil rekomendasi LKS Tripartit, tapi malah menggunakan PP 36, maka itu kami akan
menggelar aksi mogok daerah mulai tanggal 3-10 Desember 2021," tegas Deddy.
Sementara itu, Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Nusantara (FSBN-KASBI) Tangerang Ade
Mudiarwarman juga menyesalkan keputusan gubernur Banten yang tidak mendengarkan aspirasi
buruh dan juga tidak mengikuti usulan kenaikan 5,4% sesuai rekomendasi LKS Tripartit.
"Kita kecewa kepada gubernur mengambil keputusan itu tidak mendengarkan rekomendasi
Depeko sama sekali. Lalu kita juga tidak diajak audiensi dengan kadis ketenagakerjaan. Maka
itu, kami sudah sepakat dengan seluruh serikat buruh akan menggelar mogok daerah,"
tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur Banten melalui Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 561/Kep.282-
Huk/2021 yang ditandatangani Selasa (30/11/2021) telah memutuskan upah minimum
kota/kabupaten se-Provinsi Banten. Yakni Kota Tangerang naik menjadi Rp 4.285.798.90 dari
Rp 4.262.015.37 atau naik 0,56%. Kota Tangerang Selatan naik menjadi Rp 4.280.214.51 dari
Rp 4.230.792.65 atau naik 1,17%.
Kemudian Kota Cilegon naik menjadi Rp 4.430.254.18 dari Rp 4.306.772.64 atau naik 0,71%,
Kota Serang naik menjadi Rp 3.850.526.18 dari Rp 3.810.549.10 atau naik 0,52%. Kabupaten
Lebak naik menjadi Rp 2.773.590.40 dari Rp 2.751.313.18 atau naik 0,81%.
Sedangkan untuk 3 kota/kabupaten lainnya upah minimum tahun 2022 tidak ada kenaikan.Yakni
Kabupaten Pandeglang tetap Rp 2.800.292.64, Kabupaten Serang Rp 4.125.186.86, dan
Kabupaten Tangerangjuga tetap Rp 4.230.792.65.
Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: BeritaSatu.com
500

