Page 497 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 497

"Harus  ada  titik  tengah,  dan  juga  pengusaha  jangan  dikasih  beban,"  kata  Bahlil  dalam
              telekonferensi, Rabu 1 Desember 2021.
              Bahlil menjelaskan, sebagai orang yang pernah berada dalam posisi sebagai pengusaha, saat
              pandemi seperti ini para perusahaan umumnya tengah memikirkan berbagai hal yang terkait
              dengan keberlangsungan usahanya.

              Karenanya, fokus usaha mereka di masa sulit akibat pandemi COVID-19 ini tentunya tidak bisa
              hanya  dititikberatkan  pada  upaya-upaya  untuk  mencari  keuntungan  semata.  Meskipun,
              keuntungan itu sendiri sebenarnya adalah bagian yang sangat dibutuhkan, dari upaya untuk
              menjaga keberlangsungan usaha mereka terutama untuk membayar gaji para karyawannya.

              "Saya  punya  pengalaman  ketika  menjadi  pengusaha.  Kami  itu  selalu  berfikir  tidak  hanya
              bagaimana  mendapatkan  profit,  tapi  juga  menjaga  keberlangsungan  usaha.  Karena  kalau
              enggak bisa bayar pegawai, maka usahanya tutup," ujar Bahlil.

              Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak membatalkan
              satu pun pasal atau peraturan turunan dari Undang-undang Cipta Kerja.

              Karenanya, dia pun memastikan bahwa tidak ada kendala yang berarti bagi jalannya investasi,
              terutama usai keputusan MK terkait Undang-undang Cipta Kerja tersebut.

              Bahkan,  lanjut  Bahlil,  usai  ramai  pemberitaan  soal  keputusan  MK  mengenai  Undang-undang
              Cipta  Kerja  itu,  telah  banyak  pengusaha  yang  menghubunginya  secara  langsung  untuk
              menanyakan bagaimana dampaknya hal tersebut bagi iklim investasi dan dunia usaha.

              "Pelaku  usaha  pun  banyak  yang  sudah  menjalin  komunikasi  dengan  Kementerian  Investasi,
              pascaputusan MK itu terbit," ujarnya.








































                                                           496
   492   493   494   495   496   497   498   499   500   501   502