Page 512 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 512

Jonli mengatakan, penetapan UMK di Provinsi Riau tersebut sesuai dengan formula Surat Edaran
              (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021
              tentang Pengupahan.

              "Jadi dalam aturan tersebut pak Gubernur wajib UMK. Kemudian penetapan UMK itu juga setelah
              mendapat rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi Riau, ager penetapan UMK di Riau
              harus mengikuti formula SE Menaker dan PP Nomor 36 Tahun 2021," terangnya.

              Jonli  mengakui,  memang  dalam  penetapan  itu  sempat  terjadi  perdebatan  dengan  Dewan
              Pengupahan, dan sebagian besar serikat pekerja menerima dengan catatan agar perusahaan
              menerapkan struktur skala upah.

              "Dengan  perusahaan  menerapkan  struktur  upah,  maka  ada  tambahan lain  yang  mendukung
              kesejahteraan  pekerja.  Namun  ada  juga  satu  serikat  pekerja  yang  menolak  Federasi  Serikat
              Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)," katanya.

              Berikut besaran UMK di Provinsi Riau tahun 2021:

              1. Pekanbaru: 3.049.675,79

              2. Dumai: 3.414.160,86

              3. Rokan Hulu: 2.986.863,49
              4. Indragiri Hulu: 3.097.706,00

              5. Indragiri Hilir: 2.984.696,63

              6. Kampar: 3.047.470,58

              7. Bengkalis: 3.350.646,31

              8. Siak: 3.114.237,83

              9. Pelalawan: 3.030.598,54

              10. Kuansing: 3.111.788,95

              11. Kepulauan Meranti: 2.985.000,00

              12. Rokan Hilir: 3.009.416,38
























                                                           511
   507   508   509   510   511   512   513   514   515   516   517