Page 534 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 534

Bila UMK Klaten 2022 benar terjadi di angka ini, artinya kenaikan UMK Klaten 2022 hanya sekitar
              Rp 4.100.
              Angka ini lebih rendah dari angka yang diusulkan oleh serikat pekerja.

              5. Kabupaten Wonogiri Diperkirakan kenaikan UMK Wonogiri 2022 hanya belasan, mengingat
              UMP Jateng sudah diketok hanya naik 1,09 persen.

              Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (SPSI)  Wonogiri  ternyata  sudah  menyodorkan  besaran
              kenaikan UMK 2022 kepada Bupati Joko Sutopo (Jekek).
              Ketua SPSI Wonogiri, Seswanto, mengatakan berapa besaran UMK sudah diteken dan diajukan
              oleh Dewan Pengupahan ke Bupati Jekek.

              Dia menjelaskan pembahasan mengenai jumlah UMK itu dilakukan Asosiasi Pengusaha Indonesia
              (Apindo), SPSI, Badan Pusat Statistik (BPS), akademisi dan dinas.

              Jika  dikomparisikan  dengan  UMK  Wonogiri  2021  yang  hanya  sebesar  Rp  1.827.000,  maka
              kenaikan dengan angka satu persen hanya menembus belasan ribu rupiah.

              Di antara Rp 12.000 hingga Rp 20.000 saja untuk tahun ini.

              "Prosentase  kenaikan  yang  diusulkan  jauh  lebih  kecil  daripada  nilai  inflasi,  sehingga  besar
              harapan pihaknya usulan tersebut bisa dipenuhi," harap dia.

              6. Kabupaten Sragen Ketua DPC SBSI 1992 Sragen, Joko Supriyanto meyakini, besaran kenaikan
              UMK Sragen 2022 akan masih jauh dari tuntutan buruh di Sragen.

              "Kami dari buruh khususnya dari SBSI 1992, ingin UMK 2022 bisa naik minimal 10 persen,"
              katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (20/11/2021).

              Buruh menginginkan terjadi kenaikan UMK sebesar Rp 182.950. Dengan harapan UMK Sragen
              2022 menjadi Rp 2.012.450. Meski demikian, dasar penghitungan UMK yang berdasarkan UMP
              Provinsi, diyakini tak akan bisa membuat harapan buruh terkabul.

              Sebagaimana diketahui, Upah Minimum Provinsi atau UMP Jawa Tengah 2022 diprediksi hanya
              naik 1,09 persen saja. Sementara, UMK Sragen 2021 adalah sebesar Rp. 1.829.500.

              Itu berarti, jika mengikuti kenaikan UMP Jawa Tengah, maka UMK Sragen hanya bertambah Rp
              19.941,55 menjadi Rp 1.849.441,55.

              7.  Kabupaten  Karanganyar  Koordinator  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)
              Karanganyar, Eko Supriyanto mengungkapkan, dari pihak serikat mengusulkan penyesuaian UMK
              Karanganyar 2022 menggunakan PP 78 Tahun 2015 yakni sebesar Rp 2.090.191.
              "Kalau perhitungan menggunakan PP 36 Tahun 2021 ada kenaikan Rp 10 ribu (dari UMK 2021).
              Kalau menggunakan PP 78 Tahun 2015 ada kenaikan tidak sampai Rp 50 ribu," jelasnya dikutip
              dari TribunJateng.com.

              Hasil dalam sidang pleno tersebut ada dua usulan penyesuaian nilai UMK Karanganyar pada
              2022. Unsur serikat pekerja menolak PP Nomor 36 Tahun 2021 dan mengusulkan UMK 2022
              sebesar Rp 2.090.191. Sedangkan unsur pemerintah dan Apindo mengusulkan Rp 2.064.313
              sesuai dengan rumusan PP Nomor 36 Tahun 2021. Adapun UMK Karanganyar 2021 sebesar Rp
              2.054.040. (*)




                                                           533
   529   530   531   532   533   534   535   536   537   538   539