Page 580 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 580
TEMUI BURUH, INI RESPON GUBERNUR SUMSEL
PALEMBANG, PALPOS.ID – Gubernur Sumsel H Herman Deru menemui dan menyerap aspirasi
dari para pendemo. Pendemo itu tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja/Buruh di Provinsi
Sumsel.
Ratusan para pekerja/buruh ini sudah sejak Selasa (30/11), berkumpul di kantor Gubernur
Sumsel. Mereka melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya. Yakni terkait
permasalahan tentang Upah Minimun Provinsi (UMP) Sumsel dan UMP Kabupaten/Kota di
Sumsel.
“Jadi yang disampaikan tadi ada beberapa persoalan terkait dengan daerah kita didalam
Peraturan Pemerintah (PP) termasuk yang sudah menetapkan UMP untuk di Provinsi dan
Kabupaten/Kota,” terangnya, Selasa (30/11).
Menurutnya, untuk Kabupaten/Kota belum karena memang belum ada usulan disebabkan masih
menunggu petunjuk khusus setelah keputusan MK ini, artinya kebijakan yang bersifat strategis
agar ditunda terlebih dahulu.
“Tentu kami diskusi secara khusus dulu atas pengajuan dari Buruh ini, baik diskusi kepada
Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Kemendagri RI. Jadi selama
ini belum ditetapkan di Kabupaten/kota saya pikir masih memakai aturan yang diberlakukan,”
terangnya.
Orang nomor satu di Sumsel ini sangat menyambut baik atas apa yang dilakukan oleh para buruh
dalam menyampaikan aspirasinya.
“Saya menyambut baik bahwa cara-cara yang dilakukan oleh buruh di Indonesia khususnya di
Sumsel ini adalah cara-cara yang sangat terhormat. Ini merupkan langkah bagus bagi kita, paling
tidak kami dapat lebih mudah dan tenang dalam menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dia menilai kedatangan para buruh ini sebagai respresentasi dari keinginan buruh
untuk membuat penetapan yang berpihak kepada semua. Jadi tidak ada yang dirugikan termasuk
kaum buruh.
“Sebenarnya kami ingin kesejahteraan buruh itu diawali perbaikan-perbaikan hak-haknya. Jadi
bukan hanya sekader ukuran UMR dan UMP tapi hak lainnya juga,” tuturnya.
Untuk itu, dia pun menyakinkan kepada para buruh akan mengakomodir ini sampai dengan
menjadi keputusan yang berpihak kepada semua kaum buruh.
(*) Editor: Bambang Samudera
579

