Page 612 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 612

GUBERNUR JATIM KHOFIFAH TETAPKAN UMK 38 KABUPATEN KOTA

              TIMESINDONESIA, SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan
              upah minimum 38 kabupaten/kota atau UMK di Jawa Timur.

              Upah minimum kabupaten/kota yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor
              188/803/KPTS/013/2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2022 itu
              diharapkan mampu diterapkan secara seksama seluruh stakeholder.

              "Keputusan kenaikan UMK di Jawa Timur Tahun 2022 ini diambil dengan memperhatikan rasa
              keadilan,  mempertimbangkan  kondisi  perekonomian,  serta  menjamin  kondisi  sektor  industri
              serta  ketenagakerjaan  yang  kondusif  di  Jawa  Timur.  Saya  berharap  seluruh  stakeholder
              memperhatikan serta menerapkan ketentuan tersebut dengan seksama," ujar Gubernur Khofifah
              di Gedung Negara Grahadi, Rabu (1/12/2021).

              Menurutnya, penetapan upah minimum ini merupakan suatu standar minimum yang ditetapkan
              oleh pemerintah dan berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun pada
              perusahaan yang bersangkutan.

              Sedangkan bagi pekerja/buruh dengan masa kerja di atas 1 tahun, maka pengupahan yang
              berlaku dengan menggunakan struktur dan skala upah dan tidak boleh ada pengurangan upah
              yang  sudah  berjalan  Agar  ketetapan  upah  minimum  diterapkan  secara  seksama,  Gubernur
              Khofifah  mengingatkan perusahaan-perusahaan  untuk  memperhatikan  gaji  karyawan dengan
              masa kerja di atas satu tahun.

              Disampaikan Gubernur Khofifah, perhitungan upah minimum tahun 2022 menggunakan formula
              sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021.

              Perhitungan ini, lanjutnya, menggunakan data-data statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik
              (BPS) sebagai dasar perhitungan penyesuaian UMK tahun 2022.

              Namun,  khusus  lima  kabupaten/kota  yang  masuk  ring  satu  yaitu  Kota Surabaya,  Kabupaten
              Gresik, Mojokerto, Sidoarjo dan Pasuruan upah minimumnya diusulkan oleh bupati/wali kota
              dengan pertimbangan merupakan daerah padat industri.

              "Beberapa data yang menjadi dasar perhitungan yaitu Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan
              Menurut Kab./Kota Tahun 2021, Rata-rata Banyaknya Anggota Rumah Tangga (ART) Menurut
              Kab./Kota Tahun 2021, dan Rata-rata Banyaknya Anggota Rumah Tangga (ART) Berumur 15
              Tahun ke Atas yang Bekerja Sebagai Buruh/Karyawan per Rumah Tangga Menurut Kab./Kota
              Tahun 2021," urainya.

              "Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi (PDRB Triwulan IV Tahun 2020 + Kuartal I,II,III Tahun
              2021) terhadap (PDRB Triwulan I Tahun 2019 + Kuartal I, II, III Tahun 2020) yang menurut
              Provinsi sebesar 1,70 persen. Serta, Inflasi September 2020 - September 2021 yang menurut
              data Provinsi mencapai 1,92 persen," tambahnya.

              Adapun pada penetapan UMK Tahun 2022, sebanyak lima kabupaten/kota yaitu Kota Surabaya,
              Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo, Kab. Pasuruan dan Kab. Mojokerto mengalami kenaikan UMK Tahun
              2022 senilai 1,74 - 1,75 persen atau Rp 75.000,00. Sedangkan 33 Kab./Kota lainnya, penetapan
              UMK Tahun 2022 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021.

              Berikut nilai UMK Tahun 2022 untuk 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur sesuai Keputusan
              Gubernur  Jawa  Timur  Nomor  188/803/KPTS/013/2021  :  Demikian  nilai  UMK  yang  telah
              ditetapkan oleh Gubernur Jatim Khofifah.



                                                           611
   607   608   609   610   611   612   613   614   615   616   617