Page 620 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 620

9  November  2021  tentang  Penyampaian  Data  Perekonomian  dan  Ketenagakerjaan  Dalam
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2022.
              Dalam keputusannya, gubernur menekankan bahwa upah minimum adalah batas terendah upah
              bagi pekerja dengan masa kerja kurang satu tahun.

              Sedangkan bagi pekerja diatas 1 tahun atau lebih melalui penghitungan Struktur dan Skala Upah
              (SUSU)  dengan  memperhatikan  minimal  inflasi  sebesar  1,28  persen  dan  laju  pertumbuhan
              ekonomi sebesar 0,97 persen.

              Dengan  formulasi  tersrbut,  maka  simulasi  penerapan  SUSU  di  Kota  Semarang  bagi  pekerja
              dengan masa kerja > 1 tahun minimal penambahan upahnya Rp. 63.787,98 dan di Kabupaten
              Banjarnegara sebesar Rp. 40.946,29.

              "Ketetapan tentang kewajiban perusahaan membuat struktur skala upah kita cantumkan dalam
              SK agar menjadi perhatian semuanya," ungkapnya di Semarang, Rabu (1/12).

              Gubernur  juga  menegaskan  bahwa  untuk  perusahaan-  perusahaan  yang  tidak  terdampak
              pandemi covid-19 tentunya kenaikannnya diatas angka yang diatur dalam SK tersebut.

              Menurutnya, beberapa perusahaan besar di Jawa Trngah juga telah menyatakan kesanggupan
              untuk memberikan kenaikan upah lebih dari 10 persen, bahkan 15 persen.

              Untuk memberikan kepastian besaran upah bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari 1 tahun,
              Pemprov  Jawa  Tengah  hari  ini  juga  mengeluarkan  Surat  Edaran  No.  561/0016770  tentang
              Struktur dan Skala Upah di Perusahaan Tahun 2022.

              Surat edaran tersebut ditujukan kepada bupati/ wali kota dan pimpinan perusahaan se-Jawa
              Tengah.  "Surat  edaran  ini  dimaksudkan  memberikan  kepastian  hukum  bagi  pekerja/  buruh
              dengan masa kerja 1 tahun atau lebih," ujarnya.

              Dalam  SE  tersebut  juga  terdapat  instruksi  agar  bupati/  wali  kota  memastikan  perusahaan
              menyusun  SUSU  dengan  menugaskan  Dinas  Tenaga  Kerja  melakukan  pendampingan  dan
              pemantauan.

              Sedangkan kepada pengusaha diwajibkan menyampaikan hasil penyusunan SUSU kepada Dinas
              Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Provinsi  Jawa  Tengah  melalui  dinas  yang  membidangi
              ketenagakerjaan kabupaten/ kota selambatnya tanggal 31 Desember 2021 dalam bentuk surat
              pernyataan.

              Dengan  mekanisme  prngupahan  ini  pula,  pekerja  yang  baru  masuk  bekerja  tentunya  akan
              menerima upah yang besarannya berbeda dengan pekerja yang sudah bekerja bertahun- tahun.

              "Hal ini untuk memberikan rasa keadilan bagi pekerja sekaligus penghargaan atas pengabdian
              dari para pekerja kepada perusahannya," ujar Gubernur.

              Berikut  Daftar  UMK  35  Kabupaten/  Kota  di  Provinsi  Jawa  Tengah  Tahun  2022:  -Kabupaten
              Cilacap Rp 2.230.731,50 -Kabupaten Banyumas Rp 1.983.261,84 -Kabupaten Purbalingga Rp
              1.996.814,94 -Kabupaten Banjarnegara Rp 1.819.835,17 -Kabupaten Kebumen Rp 1.906.781,84
              -Kabupaten  Purworejo  Rp  1.911.850,80  -Kabupaten  Wonosobo  Rp  1.931.285,33  -Kabupaten
              Magelang  Rp  2.081.807,18  -Kabupaten  Boyolali  Rp  2.010.299,30  -Kabupaten  Klaten  Rp
              2.015.623,36 -Kabupaten Sukoharjo Rp 1.998.153,18 -Kabupaten Wonogiri Rp 1.839.043,99 -
              Kabupaten  Karanganyar  Rp  2.064.313,20  -Kabupaten  SragenRp  1.839.429,56  -Kabupaten
              Grobogan  Rp  1.894.032,10  -Kabupaten  Blora  Rp  1.904.196,69  -Kabupaten  Rembang  Rp
              1.874.322,05 -Kabupaten Pati Rp 1.968.339,04 -Kabupaten Kudus Rp 2.293.058,26 -Kabupaten


                                                           619
   615   616   617   618   619   620   621   622   623   624   625