Page 623 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 623

Mereka meminta pertanggungjawaban usai terbit Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/
              Kep.732-Kesra/ 2021 Tanggal 30 November 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di
              Daerah  Provinsi  Jawa  Barat  Tahun  2022,  yang menyebutkan  kabupaten  Sukabumi  termasuk
              daerah yang tidak mengalami kenaikan UMK.

              "Pada 24 November 2021 sudah mengeluarkan rekomendasi kenaikan UMK sebesar 5 persen,
              namun ternyata kita dibodohi dan dibodohi," kata perwakilan Serikat Pekerja Nasional (SPN)
              Sukabumi, Budi Mulyadi ketika berorasi, Rabu 1 Desember 2021.

              Mereka menyayangkan keputusan pemerintah kabupaten Sukabumi yang mengubah menjadi
              UMK  2022  tidak  naik  atau  nol  persen  berdasarkan  surat  bernomor:  561/7779-dinaskertrans
              tertanggal 29 November 2021 yang ditujukkan kepada Gubernur Jawa Barat.

              Pada kesempatan yang sama Ketua DPC Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten
              Sukabumi Dadeng Nazarudin menagih janji Bupati Sukabumi yang sebelumnya menyebut akan
              menaikkan UMK 2022 sebesar 5 persen.
              "Hari ini kita sudah memberikan pemberitahuan, hari ini kita sudah bubarkan dua pabrik. Namun
              bupati beralasan hal ini dilakukan berdasarkan undang-undang cipta kerja, padahal Mahkamah
              konstitusi  telah  menyatakan  undang  undang  cipta  kerja  beserta  turunannya  bersifat
              inkonstitusional alias tidak bisa digunakan," tegasnya dalam orasi.
              "Dan kita datang ke sini meminta pertanggungjawaban dan solusi, bupati juga pasti tahu harga
              minyak naik, kita di sini mempertanyakan perut kita ke depannya, kalau tidak ada tindak lanjut
              kita akan terus melakukan aksi lanjutan," tandasnya.

              Seperti  diketahui  sesuai  keputusan  Gubernur  Jawa  Barat  tadi  malam  UMK  2022  kabupaten
              Sukabumi  tidak  mengalami  kenaikan  atau  masih  bertahan  seperti  UMK  2021  sebesar  Rp
              3.125.444,72 yang berpedoman pada Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021
              tentang Ketenagakerjaan Cipta Kerja.
              Padahal  pada  Selasa  23  November  2021  sempat  dilakukan  sidang  pleno  bersama  Dewan
              Pengupahan  yang  merekomendasikan  UMK tahun  2022  kabupaten  Sukabumi  naik  sebesar  5
              persen atau Rp 156.272,236 menjadi Rp 3.281.716,956.

              Hingga pukul 13.00 WIB terpantau tidak ada tanda tanda kedatangan Pemerintah kabupaten
              Sukabumi pada aksi tersebut yang membuat aksi masih berlanjut namun masih dalam situasi
              kondusif.***


























                                                           622
   618   619   620   621   622   623   624   625   626   627   628