Page 628 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 628
Yang mana, ada lima kabupaten/kota di ring 1 (termasuk Surabaya) yang naik Rp75 ribu.
Mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, Gubernur
memutuskan UMK Surabaya naik Rp75 ribu (1,74 persen). Dari yang sebelumnya
Rp4.300.479,19 di 2021 menjadi Rp4.375.479, 19 pada 2022.
Buruh mengapresiasi Gubernur dengan kebijakan tersebut. Sebab, UMK pada keputusan ini
dinilai lebih tinggi dibanding angka yang didasarkan pada PP 36/2021.
"Jika menggunakan formula PP 36/2021, maka kenaikannya hanya sebesar Rp6.466,55," kata
Juru Bicara Gasper, Jazuli pada keterangan tertulis yang diterima Surya.co.id, Rabu (1/12/2021).
Selain Surabaya, keputusan Gubernur untuk 4 kabupaten/kota lainnya juga dinilai lebih tinggi
dibanding ketentuan PP yang merupakan turunan dari Ini merupakan turunan dari Undang-
Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ini.
"Jika mengacu PP 36/2021, tak ada kenaikan UMK di Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Pasuruan, dan
Kabupaten Mojokerto," kata Jazuli.
Oleh karenanya, pihaknya memberikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah. "Kami cukup
mengapresiasi Gubernur Jawa Timur yang telah memberikan kebijakan khusus untuk daerah
Ring-1 keluar dari formulasi PP 36/2021," kata Jazuli.
"Selain itu, (Gubernur) mengabaikan surat edaran Menteri Ketenagakerjaan yang mewajibkan
penetapan UMK 2022 menggunakan formulasi PP 36/2021," kata Jazuli yang juga Ketua DPW
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim ini.
Dengan adanya kenaikan sebesar Rp75 ribu ini, angka UMK di ring 1 masuk dalam deretan
daerah dengan UMK tertinggi di Jatim. Rinciannya, Surabaya (Rp4.375.479,19), Gresik
(Rp4.372.030,51), Sidoarjo (Rp4.368.581,85), Kabupaten Pasuruan (Rp4.365.133,19), dan
Kabupaten Mojokerto (Rp 4.354.787,17). (bob) Kumpulan berita Surabaya terkini.
627

