Page 686 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 686

GUBERNUR RIDWAN KAMIL TETAPKAN BESARAN UMK DI JAWA BARAT.

              Bandung JABAR kompas86.com Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Selasa (30/11/2021)
              telah menetapkan besaran nilai UMK di Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan Gubernur Jawa
              Barat Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 Tanggal 30 November 2021 tentang Upah Minimum
              Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022.

              Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja, penetapan ini tidak
              terlepas  dari  beberapa  dasar  peraturan,  yaitu  Undang-undang  (UU)  13  tahun  2003  tentang
              Ketenagakerjaan, UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, UU 11 tahun 2020 tentang
              Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah RI No.36 tahun 2021 tentang Pengupahan serta beberapa
              surat  Menteri  Ketenagakerjaan  RI,  kemudian  rekomendasi  besaran  penyesuaian  nilai  upah
              minimum kabupaten/kota dari 27 bupati dan wali kota seluruh Jawa Barat, juga berita acara
              Dewan Pengupahan.

              “Tentu saja bahwa hal ini menjadikan sebuah dasar, sehingga Keputusan Gubernur dikeluarkan,”
              ucap Setiawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/11/2021).

              Menurut  Setiawan,  Gubernur  Ridwan  Kamil  turut  bersimpati  dan berempati  terhadap  hal  ini,
              karena rumus-rumus di dalam perhitungan dikeluarkannya UMK ini didasarkan kepada Peraturan
              Pemerintah dan tidak diberikan ruang terhadap diskresi daerah untuk menetapkan lebih dari itu.
              “Terkait dengan putusan MK, menyatakan bahwa pemerintah harus memperbaiki peraturan ini
              di dalam 2 tahun. Namun demikian selama 2 tahun ini seluruh peraturan yang terkait dengan
              UU Cipta Kerja dan seluruh turunannya masih tetap berlaku termasuk PP 36 yang mendasari
              terkait dengan perhitungan UMK ini,” tuturnya.

              Setiawan menegaskan bahwa tugas gubernur hanya menetapkan terkait dengan UMK ini dan
              gubernur  tidak  dapat  merevisi  bahkan  mengoreksi  terkait  dengan  rekomendasi  yang  telah
              disampaikan oleh seluruh bupati/wali kota.
              “Oleh karena itu, surat rekomendasi yang disampaikan oleh bupati/wali kota yang saat ini sudah
              seluruhnya sesuai dengan PP 36, kemudian gubernur menetapkan hal tersebut,” ujarnya.

              Setiawan mengharapkan, untuk kedepannya pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah
              pusat agar dapat melibatkan pemerintah daerah lebih jauh khususnya di dalam penghitungan
              UMK ini.

              “Karena  kita  tahu  kondisi  ekonomi  dan  dinamika  antara  daerah  satu  dengan  daerah  lainnya
              sangat bervariasi. Oleh karena itu kami sangat berharap, bahwa pelibatan pemerintah daerah di
              masa yang akan datang bisa terlibat lebih jauh,” tutupnya.

              Burhan.


















                                                           685
   681   682   683   684   685   686   687   688   689   690   691