Page 690 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 690

Penetapan UMK tahun 2022 mendasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021
              tentang Pengupahan dimana formula perhitungan dan datanya sudah baku.
              Perhitungan UMK Jawa Tengah telah dihitung secara formula dari dasar PP 36/2021 pasal 26
              dan angka dari BPS sesuai surat Menteri Ketenagakerjaan RI kepada Para Gubernur se-Indonesia
              No.  B-M/383/HI.01.00/XI/2021  tanggal  9  November  2021  tentang  Penyampaian  Data
              Perekonomian dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022.

              Ganjar  Pranowo,  Gubernur  Jawa  Tengah  menjelaskan  untuk  upah  UMK  2022  Jawa  Tengah
              merupakan batas terendah minimum untuk pekerja yang masa kerjanya kurang dari satu tahun.

              Dan bagi pekerja atau buruh diatas 1 tahun atau lebih mengikuti penghitungan Struktur dan
              Skala  Upah  (SUSU)  dengan  memperhatikan  minimal  inflasi  sebesar  1,28  persen  dan  laju
              pertumbuhan ekonomi sebesar 0,97 persen.

              Jadi  dalam  perhitungan  kenaikan  UMK  2022,  sebagai  contoh  dengan  penerapan  SUSU  Kota
              Semarang  bagi  pekerja  atau  buruh  dengan  masa  kerja  lebih  1  tahun  minimal  penambahan
              upahnya Rp. 63.787,98 dan di Kabupaten Banjarnegara sebesar Rp. 40.946,29.

              “Ketetapan tentang kewajiban perusahaan membuat struktur skala upah kita cantumkan dalam
              SK agar menjadi perhatian semuanya,” tuturnya.

              Ganjar  Pranowo  menegaskan  bahwa  untuk  perusahaan-perusahaan  yang  tidak  terdampak
              pandemi covid-19 tentunya kenaikannnya diatas angka tersebut.
              “Beberapa perusahaan besar telah menyatakan kesanggupan untuk memberikan kenaikan upah
              lebih dari 10 persen bahkan 15 persen,” ucapnya.

              Untuk memberikan kepastian besaran upah bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari 1 tahun,
              Pemprov Jateng hari ini juga mengeluarkan Surat Edaran No. 561/0016770 tentang Struktur dan
              Skala  Upah  di  Perusahaan  Tahun  2022  ditujukan  kepada  bupati/walikota  dan  pimpinan
              perusahaan se Jawa Tengah.

              Surat edaran ini dimaksudkan memberikan kepastian hukum bagi pekerja/buruh dengan masa
              kerja 1 (satu) tahun atau lebih.

              Dalam SE tersebut terdapat instruksi agar bupati/walikota memastikan perusahaan menyusun
              SUSU dengan menugaskan dinas tenaga kerja melakukan pendampingan dan pemantauan.

              Sedangkan kepada pengusaha diwajibkan menyampaikan hasil penyusunan SUSU kepada Dinas
              Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Provinsi  Jawa  Tengah  melalui  dinas  yang  membidangi
              ketenagakerjaan Kabupaten/Kota paling lambat tanggal 31 Desember 2021 dalam bentuk surat
              pernyataan.

              “Pekerja yang baru masuk bekerja tentunya akan menerima upah yang besarannya berbeda
              dengan pekerja yang sudah bekerja bertahun-tahun, hal ini untuk memberikan rasa keadilan
              bagi pekerja sekaligus penghargaan atas pengabdian dari para pekerja kepada perusahannya,”
              tegas Ganjar.

              Lalu  berapa  sajakah  UMK  2022  setelah  melalui  Surat  Keputusan  Gubernur  Jawa  Tengah
              No.561/39 tentang Upah Minimum.
              Berikut ini daftar UMK 35 Kab Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022, melalui Surat Keputusan
              Gubernur Jawa Tengah No.561/39 tentang Upah Minimum : Kabupaten Cilacap Rp2.230.731,50
              Kabupaten  Banyumas  Rp1.983.261,84  Kabupaten  Purbalingga  Rp1.996.814,94  Kabupaten
              Banjarnegara  Rp1.819.835,17  Kabupaten  Kebumen  Rp1.906.781,84  Kabupaten  Purworejo

                                                           689
   685   686   687   688   689   690   691   692   693   694   695