Page 728 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 728

Judul               Buruh Menjerit di Tengah Covid
                Nama Media          kompas.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://money.kompas.com/read/2021/12/01/115103426/buruh-
                                    menjerit-di-tengah-covid
                Jurnalis            Mustakim
                Tanggal             2021-12-01 11:51:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Ringkasan

              PANDEMI  belum  juga  berhenti.  Tekanan  ekonomi  masih  tinggi.  Kini  para  buruh  harus
              menghadapi kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang dinilai tak manusiawi. Ribuan buruh
              di  berbagai  daerah  menggelar  aksi  demonstrasi.  Mereka  emosi  karena  pemerintah  dinilai
              mengabaikan kondisi mereka di tengah pandemi dan tekanan ekonomi yang masih tinggi.



              BURUH MENJERIT DI TENGAH COVID

              PANDEMI  belum  juga  berhenti.  Tekanan  ekonomi  masih  tinggi.  Kini  para  buruh  harus
              menghadapi kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang dinilai tak manusiawi.

              Ribuan buruh di berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi. Mereka emosi karena pemerintah
              dinilai mengabaikan kondisi mereka di tengah pandemi dan tekanan ekonomi yang masih tinggi.

              Kenaikan UMP tahun 2022 yang hanya sekitar 1 persen dinilai melukai dan mencederai rasa
              keadilan dan mengabaikan nasib buruh yang tengah kesulitan dan kesusahan karena pandemi
              yang tak kunjung pergi.

              Tak hanya menggelar unjuk rasa, para buruh juga mengancam akan melakukan mogok kerja.
              Ini dilakukan guna menekan pemerintah dan pengusaha agar merevisi kenaikan UMP 2022 yang
              dinilai tak manusiawi.

              Pasalnya, kenaikan UMP yang hanya sekitar 1 persen dianggap tak layak dan jauh dari cukup.
              Para buruh menuntut kenaikan UMP tahun depan seharusnya di kisaran 7 hingga 10 persen.

              Sebelumnya Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan, bahwa kenaikan UMP 2022 hanya
              sebesar 1,09 persen.
              Kemnaker berdalih, angka ini merupakan hasil simulasi formulasi penghitungan kenaikan upah
              berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  (PP)  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  yang
              merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.


                                                           727
   723   724   725   726   727   728   729   730   731   732   733