Page 759 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 759

Upah minimum provinsi atau UMP DKI Jakarta untuk tahun 2022 diketahui sebesar Rp 4.453.945.
              Angka  tersebut  hanya  naik  0,85  persen  atau  setara  dengan  Rp  37.749  dibanding  tahun
              sebelumnya.

              Di hadapan para buruh, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui kenaikan UMP DKI
              Jakarta  sebesar  0,85  persen  adalah  angka  yang  terlalu  kecil  jika  dibandingkan  tahun-tahun
              sebelumnya.

              “Tahun  lalu  itu  (UMP  DKI  Jakarta)  kenaikan  3,2  persen,  tahun-tahun  sebelumnya  di  Jakarta
              (naik) 8,2 persen, 8,7 persen, 8,0 persen, 8,5 persen,” kata Anies.

              Anies mengaku terpaksa mengeluarkan kebijakan UMP tersebut lantaran mesti mematuhi aturan
              PP Nomor 36 Tahun 2021 UU Cipta Kerja. Jika aturan tak segera dikeluarkan, pemerintah provinsi
              bakal dianggap melanggar aturan.

              Kebijakan kenaikan UMP ini oleh buruh dinilai tidak mengakomodir keinginan buruh, di mana
              mereka menuntut upah dinaikkan 7-10 persen.

              Selain  hanya  cukup  untuk  bayar  toilet,  buruh  juga  menilai  kenaikan  tersebut  kalah  dengan
              kenaikan harga minyak goreng.

              “Rp 37 ribu ini kalah dengan kenaikan minyak goreng. Untuk toilet saja tidak cukup,” ujar orator
              massa aksi dari atas mobil komando, Senin (29/11).

              Adapun kenaikan UMP sebesar 0,85 persen atau sekitar Rp 37.000 tersebut diklaim telah sesuai
              dengan ketentuan Menteri Ketenagakerjaan yang menetapkan kenaikan rata-rata UMP nasional
              sebesar 1,09 persen.

              Para pekerja dalam demo tersebut pun mengusung spanduk bertuliskan tuntutan kenaikan upah
              sebesar  10  persen.  Kendati  demikian,  mereka  berharap  Anies  bisa  menaikkan  upah  bahkan
              hingga 30 persen.

              “Kami minta rezim Anies Baswedan menaikkan upah 20 sampai 30 persen. Kami meminta buruh-
              buruh terus melakukan perjuangan baik di pabrik-pabrik, provinsi, maupun tingkat nasional,”
              ujar koordinator massa dari mobil komando, Senin (29/11).

              Adapun sejumlah soal lainnya yang juga mereka soroti, yakni terkait Omnibus Law Undang-
              undang  Cipta  Kerja  yang  sebelumnya  sudah  sering  ditolak  oleh  buruh.  Termasuk  juga
              permasalahan ekonomi hingga utang negara.

              Anies  pun  menyatakan  sudah  berkirim  surat  ke  Menaker  berisi  permintaan  untuk  tak
              menjalankan ketentuan sesuai formula yang ditetapkan pemerintah pusat.





















                                                           758
   754   755   756   757   758   759   760   761   762   763   764