Page 777 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 777

GANJAR SUDAH TEKEN UMK 2022 UNTUK 35 KABUPATEN/KOTA DI JATENG

              Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sudah menandatangani keputusan soal upah minimum
              Kabupaten/Kota ( UMK ) 2022 untuk 35 daerah di wilayahnya. Ganjar menyebut ada Struktur
              dan Skala Upah (SUSU) bagi pekerja yang sudah bekerja lebih dari 1 tahun.

              Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.561/39 tentang Upah
              Minimum pada 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022. Penetapan UMK tahun
              2022  mendasarkan  pada  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  tahun  2021  tentang  Pengupahan
              dimana formula perhitungan dan datanya sudah baku.

              Dalam keterangan persnya, Ganjar menjelaskan UMK mendasari perhitungan formula dari PP
              36/2021 pasal 26 dan angka dari BPS sesuai surat Menteri Ketenagakerjaan RI kepada Para
              Gubernur  se-Indonesia  No.  B-M/383/HI.01.00/XI/2021  tanggal  9  November  2021  tentang
              Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum Tahun
              2022.
              Ia menegaskan upah minimum adalah batas terendah upah bagi pekerja dengan masa kerja
              kurang  satu tahun.  Sedangkan  bagi  pekerja  diatas  1  tahun  atau  lebih melalui  penghitungan
              Struktur dan Skala Upah (SUSU) dengan memperhatikan minimal inflasi sebesar 1,28 persen dan
              laju pertumbuhan ekonomi sebesar 0,97 persen.
              Ganjar mencontohkan, penerapan SUSU di Kota Semarang bagi pekerja dengan masa kerja lebih
              dari  1  tahun  minimal  penambahan  upahnya  Rp.  63.787,98  dan  di  Kabupaten  Banjarnegara
              sebesar Rp. 40.946,29.

              "Ketetapan tentang kewajiban perusahaan membuat struktur skala upah kita cantumkan dalam
              SK  agar  menjadi  perhatian  semuanya,"  kata  Ganjar  dalam  keterangan  tertulisnya  kepada
              wartawan, Selasa (1/12/2021).

              Lebih  lanjut,  Ganjar  meminta  untuk  perusahaan-perusahaan  yang  tidak  terdampak  pandemi
              COVID-19 kenaikannya bisa di atas angka tersebut.

              "Beberapa perusahaan besar telah menyatakan kesanggupan untuk memberikan kenaikan upah
              lebih dari 10 persen bahkan 15 persen," ujarnya.

              Masih dalam keterangan yang sama, Ganjar menjelaskan, untuk memberikan kepastian besaran
              upah  bagi  pekerja  dengan  masa  kerja  lebih  dari  1  tahun,  Pemprov  Jateng  hari  ini  juga
              mengeluarkan Surat Edaran No. 561/0016770 tentang Struktur dan Skala Upah di Perusahaan
              Tahun 2022 ditujukan kepada bupati/wali kota dan pimpinan perusahaan se Jawa Tengah. Surat
              edaran ini dimaksudkan memberikan kepastian hukum bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1
              (satu) tahun atau lebih.

              Disebutkan dalam SE tersebut terdapat instruksi agar bupati/wali kota memastikan perusahaan
              menyusun  SUSU  dengan  menugaskan  dinas  tenaga  kerja  melakukan  pendampingan  dan
              pemantauan. Sedangkan kepada pengusaha diwajibkan menyampaikan hasil penyusunan SUSU
              kepada  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Provinsi  Jawa  Tengah  melalui  dinas  yang
              membidangi ketenagakerjaan kabupaten/kota paling lambat tanggal 31 Desember 2021 dalam
              bentuk surat pernyataan.
              "Pekerja yang baru masuk bekerja tentunya akan menerima upah yang besarannya berbeda
              dengan pekerja yang sudah bekerja bertahun-tahun, hal ini untuk memberikan rasa keadilan
              bagi pekerja sekaligus penghargaan atas pengabdian dari para pekerja kepada perusahaannya,"
              tegas Ganjar.



                                                           776
   772   773   774   775   776   777   778   779   780   781   782